16/01/2018

Kamera Nokia 8 Hanya Raih Skor Rendah di DxOMark, Padahal Sandang Dual Kamera Carl Zeiss

Nokia 8 menjadi satu-satunya flagship Nokia yang dirilis HMD Global pada tahun 2017 lalu. Meski menyandang dual kamera utama 13MP dengan lensa premium Carl Zeiss, namun smartphone premium ini hanya mencapai skor rendah di tes benchmark kamera DxOMark. Apa penyebabnya?

Sebagai smarthpone premium tentu saja Nokia 8 dibekali dengan spesifikasi dan fitur paling baik di antara ponsel Nokia lainnya. Smartphone flagship yang dirilis HMD Global pada Agustus 2017 lalu ini diperkuat dengan chipset Snapdragon 835, RAM 4GB, ROM 64GB, dan telah mendapatkan update dari Android 8.0 Oreo. Spesifikasi papan atas Nokia 8 juga didukung dengan layar 5.3 inci yang membawa resolusi Ultra HD. Sektor kameranya juga tidak main-main dengan menggunakan lensa Carl Zeiss baik di bagian depan dan belakang, dengan setup dual kamera utama 13MP berupa lensa sensor warna RGB dan sensor monokrom. Sedangkan di bagian depan terdapat kamera selfie 8MP. Bahkan kamera depan dan belakang dibekali dengan fitur boothie yang memungkinkan penggunanya mengambil gambar dari depan dan belakang.

Meski berbekal kamera premium besutan Carl Zeiss, namun Nokia 8 justru mendapatkan skor DxOMark yang cukup rendah. Di situs benchmark kamera tersebut Nokia 8 hanya mendapatkan skor total 68, sangat jauh dibandingkan dengan skor yang dicapai smartphone premium lainnya. Bandingkan saja dengan flagship seperti HUAWEI Mate 10 dengan kamera Leica-nya dan iPhone X yang berhasil menduduki top 3 smartphone berkamera terbaik versi DxOMark. Juga saat dibandingkan dengan jawara Google Pixel 2 yang berada di posisi puncak dengan skor 98 nyaris sempurna.

Dalam benchmark test Nokia 8 mampu menghasilkan hasil gambar dengan eksposure yang cukup baik dan white balance-nya cukup seimbang. Sayangnya saturasi yang dihasilkan kurang mencukupi sehingga akan didapati bayangan gambar. Selain itu saat fitur auto HDR aktif, dynamic range Nokia 8 masih cukup lumayan bagus. Di sisi lain pada saat kondisi pengambilan gambar memiliki kontras yang tinggi, justru fitur auto HDR terkadang tidak aktif.

Demikian juga dengan tesktur dan noise yang dinilai tertinggal dibandingkan flagship lainnya. Noise terlihat jelas pada warna polos di kondisi terang, serta detail yang cukup rendah sehingga menghasilkan gambar yang kabur. Kondisi ini terlihat saat pemotretan dalam ruangan. Fitur autofokus Nokia 8 dinilai cukup baik, namun sedikit lambat di kondisi pencahayaan temaram. Nokia 8 juga tida dapat bersaing dengan kamera smartphone flagship yang dibekali fitur tele zoom lantaran tidak memiliki fitur tersebut. Efek boleh dinilai cukup bagus, namun mode portrait tidak menangkap subjek foto dengan baik.

Sedangkan untuk perekaman video, Nokia 8 yang memiliki perekaman video 4K juga dinilai memiliki autofocus dan stabilisasi yang kurang bagus, terutama saat pencahayaan rendah. Hasil video menujukkan dynamic range yang sempit dan eksposure yang kurang stabil. Detail yang dihasilkan juga rendah. Namun kamera video Nokia 8 masih menghasilkan render warna yang baik di kondisi pencahayaan terang dan juga di dalam ruangan.

Dari total skor 68 DxOMark, Nokia 8 memiliki skor kamera foto 72 dan kamera video 62. Bercermin dengan status smartphone premium dengan skor jeblok di DxOMark, HMD Global selayaknya membesut flagship Nokia selanjutnya dengan kamera yang lebih baik.

Ranking DxOMark Tertanggal 16 Januari 2018

  • 98 Google Pixel 2
  • 97 Apple iPhone X
  • 97 HUAWEI Mate 10 Pro
  • 94 Apple iPhone 8 Plus
  • 94 Samsung Galaxy Note8
  • 92 Apple iPhone 8
  • 90 Google Pixel
  • 90 HTC U11
  • 90 Xiaomi Mi Note 3
  • 88 Apple iPhone 7 Plus
  • 85 Apple iPhone 7
  • 83 Sony Xperia XZ Premium
  • 82 Samsung Galaxy S6 edge
  • 73 Apple iPhone 6
  • 71 Meizu Pro 7 Plus
  • 70 Lava Z25
  • 68 Nokia 8
  • 66 Gionee S10L
  • 61 Nokia 808 Pureview
Produk Terkait

Nokia 8

Harga termurah di Indonesia ---