06/02/2017

Tak Ingin Ulangi Kesalahan Samsung Pesan Baterai Dari Perusahaan Jepang

Kejadian Galaxy Note7 membuat Samsung jauh lebih berhati-hati menyiapkan baterai untuk Galaxy S8. Kali ini Samsung berpartner dengan sebuah perusahaan pembuat baterai dari Jepang, Murata Manufacturing Works yang dipercaya memasok komponen baterai dua hingga delapan persen untuk Galaxy S8. Pemasok utama dipercayakan pada Samsung SDI, divisi pembuat baterai di bawah Samsung sendiri.

Tentu masih segar dalam ingatan kita bagaimana kasus terbakarnya baterai Samsung Galaxy Note7 begitu menyita perhatian dan menimbulkan kekhawatiran besar pada konsumen Samsung. Perusahaan asal Korea Selatan itu pun telah menderita kerugian yang sangat besar karena masalah baterai tersebut. Oleh karenanya, baterai yang akan dibawa oleh Galaxy S8 mendapat perhatian yang cukup besar mengingat piranti ini merupakan flagship pertama yang yang akan diluncurkan setelah kasus baterai Galaxy Note7. Baterai yang bermasalah itu diproduksi oleh divisi pembuat baterai yang berada di bawah perusahaan Samsung sendiri dan juga sebuah perusahaan asal China yang bernama ATL. Ternyata baterai yang dibuat oleh kedua produsen itu sama-sama menimbulkan masalah. Oleh karenanya, kali ini Samsung bekerja sama dengan produsen baterai asal Jepang untuk flagship Galaxy S8 yang akan datang.

Sebuah media lokal di Korea Selatan, Korea Economic Daily mengabarkan bahwa Samsung telah memutuskan untuk menggunakan baterai yang diproduksi oleh sebuah perusahaan Jepang bernama Murata Manufacturing Works. Perusahaan itu telah mengambil alih bisnis baterai dari Sony pada bulan Juni tahun lalu dan akan berperan sebagai supplier kedua untuk memasok baterai yang akan digunakan pada Samsung Galaxy S8. Sebagai pemasok utama tetap dipercayakan pada divisi pembuatan baterai di bawah perusahaan Samsung sendiri yang disebut Samsung SDI. Jumlah pasokan komponen baterai yang akan diambil dari Murata Manufacturing berjumlah dua hingga delapan persen.

Sebelumnya pernah beredar kabar bahwa Samsung akan mengambil pasokan baterai dari divisi produksi baterai LG yang disebut LG Chem. Namun seiring dengan perkembangan yang ada, tampaknya kerja sama tersebut tidak menjadi kenyataan. Sejak kejadian yang menimpa baterai Galaxy Note7, Samsung telah menginvestasikan sebesar 128 juta USD untuk meningkatkan sisi keamanan baterai pada pirantinya. Oleh karena itu konsumen bisa merasa lebih tenang dalam menggunakan flagship Galaxy S8 yang akan datang.

Produk Terkait

Samsung Galaxy S8

Harga termurah di Indonesia Rp 18.000.000