Menelisik Performa Jualan Suzuki Swift Pada 2016

Menelusuri perjalanan Suzuki Swift 2016 yang harus bersaing ketat dengan andalan pabrikan lainnya, sepanas apakah persaingan tersebut dan bagaimana performa Suzuki Swift di tahun 2016?

Hatchback kebanggaan Suzuki, yakni Suzuki Swift pernah menjadi primadona di Indonesia dan bersaing ketat dengan Honda Jazz dan Toyota Yaris. Namun, catatan penjualan yang berhasil dibukukan Swift pada 2016 ini cukup mengkhawatirkan. Sementara persaingan di segmen hatchback semakin memanas dengan meluncurnya Toyota New Yaris.

Bukan tanpa alasan penjualan Suzuki Swift menurun di tahun 2016. Lesunya pasar otomotif Tanah Air menjadi alasan fundamental menurunnya pasar otomotif nasional. Tak terkecuali bagi Suzuki Swift. Selain dari Suzuki Ertiga, model lain Suzuki memang mengalami penurunan penjualan. Hal tersebut dapat dideteksi melalui data penjualan yang dirilis oleh Gaikindo untuk bulan November 2016.

Ketika dibandingkan dengan tahun 2015, secara penjualan total (whole sale) untuk periode Januari sampai November, Swift mencatatkan penjualan 782 unit. Angka tersebut hampir setengah dari periode yang sama tahun 2015 di angka 1.405 unit.

Pada periode Januari - November 2016, hampir di setiap bulan penjualannya lebih sedikit disbanding bulan yang sama pada 2015. Namun pada akhir bulan November kemarin, Suzuki Swift berhasil membukukan angka penjualan yang lebih besar ketimbang November 2015. Perbedaannya cukup signifikan, yakni 108 berbanding 60 unit. Kontribusi terbesar datang dari Suzuki All New Swift varian GX dengan pilihan transmisi otomatis (total 60 unit) dan GX manual (total 48 unit).

Melonjakknya penjualan Swift menjelang akhir tahun bisa disebabkan oleh isu kehadiran Suzuki Swift generasi paling baru yang dikabarkan hadir 2017 mendatang, baik global maupun untuk Indonesia. Pasalnya, ketika menyambut kedatangan model generasi terbaru, tiap-tiap dealer akan berlomba-lomba menghabiskan stok mereka. Apalagi Swift masuk ke dalam kategori mobil impor CBU utuh sehingga ketika penjualannya kurang berhasil, mobil stok akan menumpuk di dealer-dealer.

Ketika itu juga biasanya muncul tajuk-tajuk promosi. Dengan bumbu dan iming-iming harga diskon tentunya sedikit-banyak meningkatkan minat masyarakat untuk melakukan pembelian. Hal itu lah yang bisa menjelaskan peningkatan penjualan Swift secara mendadak. Padahal, pada bulan sebelumnya, Oktober 2016, Swift hanya membukukan angka penjualan total 58 unit. Jumlah tersebut 41 unit lebih sedikit dibanding bulan yang sama pada satu tahun ke belakang.

Cukup disayangkan penjualan Swift pada 2016 ini terbilang mengkhawatirkan. Padahal secara kualitas dan model, Swift memiliki potensi yang sangat tinggi. Memang melihat usianya, sudah saatnya pihak Suzuki memberikan update generasi. Sementara Swift yang masih beredar sampai sekarang di jalanan Indonesia, nantinya akan disebut dengan Swift model "lama".

Walaupun begitu, saat generasi penerus Swift mendarat di Indonesia, sebagian orang akan berharap unit stok lama akan masih dijual dengan harga yang "miring" oleh dealer. Seperti yang terjadi pada Suzuki Splash yang dihentikan produksinya di India sehingga aktivitas impor nya pun dihentikan. Sementara sisa unitnya dijual dengan tawaran diskon khusus, walaupun pihak SIS tidak memberikan diskon untuk penghabisan Splash.

Menarik rasanya ketika menantikan kehadiran generasi penerus dari Suzuki Swift pada 2017 mendatang. Karena pasar hatchback di Indonesia merupakan salah satu segmen yang digemari, khususnya di kalangan anak muda. Belum lagi, menurut kabar yang beredar bahwa Swift baru nantinya akan mengusung mesin 3-silinder 1.0 liter turbocharged selain dari mesin 1.2 liter hybrid SHVS (Smart Hybrid Vehicle by Suzuki). Sedangkan para kompetitornya masih menggunakan mesin naturally aspirated berkapasitas 1.5 liter.

Seperti apa sepak terjang Suzuki, khususnya Swift, di tahun 2017? Kita nantikan saja aksi dari SIS tahun depan.

Produk Terkait

Suzuki Swift

Harga termurah di Indonesia Rp 140.000.000 -