Review Yamaha YZF-R25 2018 di Indonesia

Yamaha YZF-R25

Yamaha YZF-R25
Harga(Baru)
---
Model YZF-R25
Kapasitas Mesin(cc) 249,00
Warna
  • Blue
Transmisi 6-speed
Sistem Starter Electric
km Per Liter -
Kapasitas Tangki Bahan Bakar(L) 12,0
Berat(kg) -
L*W*H(mm)
Jenis Kendaraan SportBike
Harga Resmi Rp 56.200.000

Harga Baru dan Bekas

Review

Forum

Berita

Rating Keseluruhan

Desain 4.6
Kapasitas Mesin 4.6
Kinerja Perjalanan 4.5
Kenyamanan Berkendara 4.4
Efisiensi Bahan Bakar 3.5
Total 4.3

Silahkan posting review Anda tentang produk ini.

Tulis Review

Muhammad Arif Nasution

  • Review oleh Muhammad Arif Nasution
  • 31/05/2017
Desain 4.0
Kapasitas Mesin 5.0
Kinerja Perjalanan 5.0
Kenyamanan Berkendara 5.0
Efisiensi Bahan Bakar 3.0
Total 4.4

Tentang yamaha R25

[Baik]
Motor ini termasuk paling kenceng dan gesit di kancah 250 cc, karena motor ini lincah dan gesit sehingga sangat cocok sekali digunakan untuk balapan hingga motor ini juga cocok untuk free style karena memiliki torsi yang cukup besar. Sangat cocok juga diajak untuk touring karena telah memiliki kapasitas tangki bahan bakar yang cukup besar. Sudah lebih ok karena sudah didukung double cylinders, Suara semakin gahar. Harga termasuk yang paling murah dikelasnya.

[Buruk]
Belum menggunakan upside down di bagian suspensi depan, Keliatan dibagian fairingnya masih banyak part part yang kopong, Belum didulung dengan lampu lampu yang futuristik seperti LED baik depan dan belakang, Ban kurang gambot karena kalau diliat motor konpetitor masih lebih kekar dibagian kaki kaki (bisa diganti sendiri ban nya), Seringnya pihak pabrikan melakukan recall terhadap produk produknya diberbagai negara termasuk motor yang satu ini.

Review yang Baik

Review in Kakaku.com

  • Review oleh Pengguna di Jepang
  • 23/07/2015
Desain 5.0
Kapasitas Mesin 4.0
Kinerja Perjalanan 4.0
Kenyamanan Berkendara 4.0
Efisiensi Bahan Bakar 4.0
Total 4.2

Saya bekerja di sekolah berkendara.

Sebelum tahun lalu saya tidak pernah tertarik dengan motor, tapi saya kemudian butuh SIM motor untuk bisnis saya dan setelah mendapatkannya saya jadi menikmati motor dan membelinya. R25 adalah motor pertama saya dan saya hanya punya pengetahuan amatir tentang motor. Sebagai motor 4WD saya menikmati motor seperti Gymkhana.

[Desain] Saya bingung antara yang biru atau hitam, dan karena goresan kecilpun akan sangat terlihat di hitam dan yang biru bisa lebih cepat sampai, saya membeli yang biru. Sepertinya agak terlalu kekanakan menurut saya awalnya, karena banyak stiker di bodinya, tapi sekalinya saya terbiasa, anda tidak akan terlalu banyak memikirkannya lagi. Saya rasa untuk motor, desain yang norak lebih aman jadi bagus.

[Mesin] Seperti yang anda tau, ini adalah yang terbaik dalam kelas 250cc. Semakin banyak anda berputar, semakin besar tenaga yang dihasilkan. Mesinnya lincah. Sayang sekali motor tidak bisa dikendarai di dalam kota. Saya rasa lebih mudah belok daripada kendaraan instruksi. Meskipun ini hanya perbandingan antara kendaraan instruksi dan R25 ini.

[Kualitas Kendara] Saya pribadi lebih suka kalau kemudinya lebih rendah atau stepnya lebih tinggi untuk posisi yang nyaman. Posisinya jadi lebih alami, tidak seperti SS.

[Operabilitas] Memang ringan. Saya tidak berat, hanya 165cm/ 50kg, bisa mengendarainya tanpa masalah.

[Performa Bahan Bakar] Sekitar 28km/L untuk pergi ke kantor. 30km/L kalau sudah terbiasa.

[Harga] Tentu saja semakin murah semakin bagus sih :) Mempertimbangkan desain dan fungsinya, harganya tepat menurut saya.

Review yang Baik

Review in Kakaku.com

  • Review oleh Pengguna di Jepang
  • 12/07/2015
Desain 5.0
Kapasitas Mesin 5.0
Kinerja Perjalanan 3.0
Kenyamanan Berkendara 3.0
Efisiensi Bahan Bakar 3.0
Total 3.8

Kesan setelah mengendarai YZF-R25 sejauh 400km.

[Desain] Cukup keren menurut saya, tapi yang saya pedulikan adalah sering terkena goresan saat dicuci, karena cowl dan semacamnya terbuat dari plastik.

[Performa Mesin] Orang mengatakan R25 sangat menyebalkan saat revolusinya rendah, tapi saya tidak merasa begitu sama sekali kecuali saat kecepatannya tinggi. Agak lambat saat saya mencoba berakselerasi dari 5000 revolusi, tapi cukup cepat kalau saya memutar akselerator dengan 1 tarikan nafas untuk meningkatkan revolusinya. Cepat untuk rotasi mesin melambat, dan khususnya kalau saya mengganti gigi dari pertama ke kedua dengan setengah-setengah, motor bergetar seperti ada gempa.

[Performa Kendara] Setengah kerja rem Sufoa, yang remnya sama sekali tidak bekerja. Tidak ada masalah sih, meskipun anda mengendarainya di sirkuit, anda harus menggantinya. Permukaan jalan juga kurang terasa pada suspensi depan saat anda mengendarainya di jalan TOL. Saya merasakan kesan terlempar kapanpun dengan perasaan yang mengambang saat saya berusaha berbelok dengan kecepatan 100-an km/h. Meskipun ini bukan masalah, kalau anda mengendarainya dengan kecepatan normal. Meskipun saya mengeluh tapi motor bisa berbelok dengan baik seperti mobil.

[Kualitas Kendara] Getarannya terasa sampai ke kemudi dan saat rotasinya tinggi, sampai ke step. Kursinya keras dan tipis. 2 jam mengendarainya pasti akan terasa pegal karena getaran yang ada. Saya merasa memang inilah batasan untuk mobil 250cc. Karena pantat saya sangat pegal, saya menaruh bantalan yang membuat pantat saya terasa lebih baik.

[Performa Manuver] Karena ringan, saya tidak mengalami banyak masalah.

[Efisiensi Bahan Bakar] Bagus. Lebih bagus dari mobil.

[Harga] Biasa saja.

[Secara Umum] Kalau anda tidak suka side step yang terlihat seperti lapisan murahan, spion tidak berguna di jalan TOL, lampu yang tidak bisa diganti tinggi maupun rendah, dan side cowl yang jelek, anda lebih baik memilih motor seperti Ninja. Tapi saya tidak merasa menyesal sama sekali meskipun saya menulis review yang buruk.

Review yang Baik

Review in Kakaku.com

  • Review oleh Pengguna di Jepang
  • 30/06/2015
Desain 5.0
Kapasitas Mesin 3.0
Kinerja Perjalanan 4.0
Kenyamanan Berkendara 4.0
Efisiensi Bahan Bakar 5.0
Total 4.2

Bobotnya ringan, saya suka.

[Desain] Desain khas seri Yamaha F. Bagus!

[Performa Mesin] Lebih bertenaga dari yang saya kira.

[Performa Kendara] Ringan sehingga terasa sangat mudah di belokan.

[Kualitas Kendara] Kursinya sangat tipis sehingga pantat saya sering sakit. Vibrasi mesin silinder 2 juga besar dan tangan saya jadi sering mati rasa (motornya sendiri punya mesin 1100cc 4 silinder, jadi apa boleh buat?).

[Performa Manuver] Ringan dan nyaman.

[Efisiensi Bahan Bakar] 30km/L (saat cruising).

[Harga] Dengan opsi dan semua pengeluaran, 650.000 yen (bodinya sendiri 530.000 yen).

[Secara Umum] Untuk cruising di dalam kota, tidak ada yang bisa mengalahkan motor besar. Tidak ada yang bisa diperbuat mengenai tanjakan dan jalan TOL, bukan? Indikator pergantian gigi dan meteran multi-fungsinya praktis.

Saya memutuskan untuk membelinya setelah memasang ABS tapi dengan rem + shift down yang seefektif ABS (yeay!).
(Kalau begitu anda tidak akan butuh ABS lagi.)

Review yang Baik

Review in Kakaku.com

  • Review oleh Pengguna di Jepang
  • 09/06/2015
Desain 5.0
Kapasitas Mesin 5.0
Kinerja Perjalanan 5.0
Kenyamanan Berkendara 5.0
Efisiensi Bahan Bakar 3.0
Total 4.6

Dari Ninja250R menjadi YZF-R25.

Saya memesannya di Desember tahun lalu tanpa melihat motornya langsung, motor sampai pada bulan Januari.
Setelah 5 tahun dengan Ninja 250R, dealer mengatakan bahwa saya membutuhkan perbaikan serius kalau ingin terus mengendarainya. Mengingat motor saya bertambah tua, saya memutuskan untuk membeli motor baru yang lebih ringan.
Perbedaan bobot motor ini dengan Ninja 250R tidak terlalu banyak di katalog, tapi rasanya jauh lebih ringan.
Juga, saat saya punya Ninja 250R, stok di roda sering terselip jadi saya harus mengganti ke roda dengan BS high-grip, tapi yang ini dilengkapi dengan roda Indonesia dengan grip yang bagus.
Review ini kebanyakan adalah perbandingan antara model ini dengan Ninja 250R, dalam semua kategori.

[Desain] Model ini sesuai selera saya. Saya suka full cowl, jadi saya puas dengan Ninja 250R maupun YZF-R25.

[Performa Mesin] Torsi maksimalnya lebih tinggi dibandingkan Ninja 250R, tapi torsinya rendah pada saat revolusinya rendah menurut saya. Saya percaya ini ada hubungannya dengan perbedaan besar pada revolusi saat berhenti. Juga karena torsinya terlalu bagus pada revolusi tinggi, anda akan jadi memakai mesin terlalu banyak. Tapi motor bisa mengendalikan ini dengan baik. Sehingga efisiensi bahan bakar jadi buruk.

[Performa Kendara] Sangat mudah di tikungan. Mengendarainya di pegunungan juga menyenangkan.

[Kualitas Kendara] Memuaskan, kursi terasa lebih lembut daripada Ninja 250R dan gripnya bagus.

[Performa Manuver] Motor terasa sangat ringan. Saya tidak pernah menjatuhkan motor, tapi saya rasa lebih mudah untuk mengangkatnya kembali daripada Ninja 250R.

[Efisiensi Bahan Bakar] Sekitar 20% lebih buruk daripada Ninja 250R, menurut saya. Gaya kendara saya menghasilkan 32km/L saat touring dan 23km/L di jalanan. Ninja 250R menghasilkan 35km/L dan 30km/L secara berurutan.

[Harga] Rasanya pas dibandingkan dengan model lain.

Review yang Baik

Review in Kakaku.com

  • Review oleh Pengguna di Jepang
  • 09/06/2015
Desain 4.0
Kapasitas Mesin 5.0
Kinerja Perjalanan 5.0
Kenyamanan Berkendara 4.0
Efisiensi Bahan Bakar 3.0
Total 4.2

YZF-R25 VS CBR250R(MC41)

Saya mencoba test drive YZF-R25, dan berikut adalah review saya. Saya akan menggunakan CBR250R (model MC41/2013 dengan ABS) sebagai patokan.

[Desain] Desain yang ramping dan agresif dibandingkan dengan patokannya. Tingginya sama (780mm), tapi tanki bensin dan kursinya lebih ramping, meningkatkan ruang kaki. Meterannya juga lebih mudah dilihat, dan terasa lebih baik dengan indikator gigi dsb. Untuk warnanya, saya suka warna solid lebih dari warna kursi.

[Performa Mesin] Saya merasa biasa saja saat pertama kali mencoab test drive, tapi ternyata bisa mencapai 5000-7000rpm kalau saya memutar throttle dengan ringan. Yang perlu dicatat adalah suara exhaust yang terdengar menyenangkan dan akselerasi yang bertenaga dengan performa di tanjakan yang baik. Patokannya jadi kaku pada kecepatan rendah dan sulit untuk dikemudikan atau terasa suara exhaust-nya kurang, tapi YZF-R25 mudah dikendarai dan membuat saya ingin balap.

[Performa Kendara] Dibandingkan dengan patokan, seperti yang disebutkan dalam review lain, motor ini bisa melaju dengan stabil bahkan di antara batasan jalan aspal dan garis putih, tidak bergetar bahkan di permukaan yang agak cembung. Saya rasa ini berkat konsentrasi pada produksi besar-besaran yang diperhatikan dengan seksama. Selain itu, kopling dan remnya ringan (untungnya?!), dan pergantian gigi mulus, jadi lebih mudah dikendalikan dan digunakan. Kesannya seperti bahkan pemula bisa menikmatinya. Secara pribadi, saya merasa lebih senang kalau kemudinya pada posisi yang lebih tidur.

[Kualitas Kendara] Saya merasa sekitar 5000-7000 rotasi pada rotasi biasa, dan vibrasinya agak lebih kencang dibandingkan rotasi normal pada patokan. Kursinya mungkin agak lebih keras. Mungkin akan melelahkan untuk touring jarak jauh. Kalau anda menikmati kendara sports, anda akan merasa puas dengan tipe ini.

[Performa Manuver] Konsentrasi penuh pada produksi masal terlihat, seperti posisi mesin dan bagian yang mencakup silencer pendek mudah dikendalikan meskipun bobotnya sama dengan patokan.

[Efisiensi Bahan Bakar] Spesifikasinya tidak sebagus patokan. Tapi, lebih bagus daripada konsumsi bahan bakar yang tidak unggul, tidak buruk kalau anda bisa mengendarainya dengan nyaman.

[Harga] Bahkan dengan model ABS, harga dasarnya kurang dari 600.000 yen. Seorang salesman menawarkan harga dasar pada saya langsung tanpa banyak negosiasi. Saat saya mencoba test drive, saya melihat pengirimannya ke orang, dan sepertinya penjualannya cukup baik.

[Secara Umum] Yamaha memasuki persaingan kuarter pasar motor SS agak terlambat. Banyak yang mengatakan bahwa desain yang keren dan penampilannya terlihat mirip seperti Yamaha, dan kesan bandelnya unggul dalam kelasnya. Desainnya cocok untuk bisa merasa melaju dengan sangat baik, dan ada perasaan aman dari merk Yamaha. Setelah test drive, saya meninggalkan motor kesayagan saya, tapi saya merasa bobot dan bodi yang lebih lebar (padahal hampir sama pada spesifikasinya). Saya lebih suka YZF-R25, tapi kalau anda ingin desain yang sporty, efisiensi bahan bakar yang rendah, dan suara exhaust yang tenang, saya merekomendasikan anda untuk memilih patokan: CBR250R (MC41). Kelas ini jadi sangat tenang karena bersaing dengan Yamaha, tapi CBR250R, GSR250 dan motor lainnya juga berbeda sehingga saya jadi penasaran. Tapi kalau anda penasaran, test drive saja berbagai tipe motor!

Review yang Baik

Review in Kakaku.com

  • Review oleh Pengguna di Jepang
  • 20/02/2015
Desain 5.0
Kapasitas Mesin 5.0
Kinerja Perjalanan 5.0
Kenyamanan Berkendara 5.0
Efisiensi Bahan Bakar 3.0
Total 4.6

Olahraga kuarter untuk penggunaan sehari-hari

[Desain] Secara keseluruhan, saya suka desainnya yang keren. Saya rasa desainnya tidak mirip dengan motor lain manapun. Sejujurnya, saya jatuh cinta pada desainnya pada saat pertama kali melihatnya, jadi saya membelinya.

[Performa Mesin] Mesinnya berevolusi tinggi jadi dari 7000rpm, mesin bisa menunjukkan kemampuan aslinya. Sekalinya mencapai 1/4 mil, saya rasa anda akan bisa merasakan akselerasinya dengan mendorongnya dengan punggung anda. Mesinnya juga mengeluarkan suara seperti mengebut yang akan membuat anda tambah bersemangat. Revolusinya juga bisa ditingkatkan dengan mulus dan menyenangkan.

[Performa Kendara] Sangat stabil saat berbelok sehingga bahkan seorang pemula akan merasa aman. Kalau anda mencondongkan badan anda ke arah belokan, motor akan mematuhi anda.

[Kualitas Kendara] Saya senang telah memilih tipe motor seperti ini. Saya tidak pernah merasa lelah.

[Performa Manuver] Ringan, jadi menyenangkan. Saya bisa mengendarainya dengan mudah. Bodinya ramping juga jadi saya bisa memarkirnya di manapun.

[Efisiensi Bahan Bakar] Sesuai perkiraan saya, kalau anda terus berbelok, lebih baik tidak banyak mengharapkan efisiensi bahan bakarnya. Mungkin saya saja yang kurang pandai berkendara melihat efisiensi bahan bakar saya.

[Harga] Terjangkau sih.

[Secara Umum] Saya sangat puas telah membelinya. Saya sangat senang mengendarainya dengan rotasi tinggi setelah melakukai penyesuaian ulang pada operasi interimnya. Saya rasa ini adalah motor 250cc yang menyenangkan. Saya merekomendasikannya.

Review yang Baik

Review in Kakaku.com

  • Review oleh Pengguna di Jepang
  • 15/02/2015
Desain 5.0
Kapasitas Mesin 5.0
Kinerja Perjalanan 5.0
Kenyamanan Berkendara 4.0
Efisiensi Bahan Bakar 4.0
Total 4.6

Bagus di belokan.

[Desain] Mirip dengan YZF-R1 2015 tapi dengan desain yang lebih ringan. Yang warna merah punya bagian-bagian yang sesuai dengan gaya Ducati Panigale, aslinya terlihat lebih bagus daripada fotonya.

[Performa Mesin] Dengan 2500-4000rpm, torsinya lebih bagus dari yang saya kira. Melewati 7000rpm, masih bisa bertambah cepat lagi meskipun di jalur kanan di jalan TOL.

[Performa Kendara] Roda depan dan belakang terasa menggenggam jalanan dengan baik sehingga terasa aman saat berbelok. Performanya di belokan sangat bagus!

[Kualitas Kendara] Ada kesan stabilitas di tengah kenyamanan. Kursinya juga dibuat dengan baik meskipun saya mengendarainya sepanjang hari pantat saya tidak terasa pegal. Getarannya lebih tenang daripada GSR250 saat memasukki jalan TOL.

[Performa Manuver] Bodinya ringan dan kemudinya tinggi jadi bagus.

[Efisiensi Bahan Bakar] Di jalan TOL maupun di jalanan berliku, bisa mencapai 30km/L, dan tidak perlu isi ulang bahan bakar tapi perlu menguasai cara mengendarainya untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar.

[Harga] Kalau anda mempertimbangkan semua desain baru dengan performa yang tinggi, maka cost performance-nya sangat tinggi.

[Secara Umum] Posisinya nyaman jadi saya sering mengendarainya di dalam kota tapi untuk performa mesin, cowling, dan lapisan akhir kursi, saya rasa bagus karena saya bisa mengendarainya untuk jarak jauh di jalan TOL, dan meskipun saya melewati pegunungan dengan banyak tanjakan, saya bisa menikmati jalanan yang berliku.

Review yang Baik

Review in Kakaku.com

  • Review oleh Pengguna di Jepang
  • 16/01/2015
Desain 5.0
Kapasitas Mesin 5.0
Kinerja Perjalanan 5.0
Kenyamanan Berkendara 5.0
Efisiensi Bahan Bakar 4.0
Total 4.8

Sebelumnya saya mengendarai CBR250R.

Saya berganti dari CBR250R model 2014. Perbandingannya adalah antara CBR dan R25.

[Desain] Lampu depan CBR biasa saja tapi R25 punya lampu depan yang keren, desain favorit saya. Secara keseluruhan sangat keren dan saya rasa ini adalah yang paling keren di antara motor cowl 250cc lainnya. Ini menurut saya saja.

[Performa Mesin] Karena inia dalah mesin 2 silinder, karakter spesifiknya sama sekali berbeda dibandingkan yang single cylinder. R25 bisa dikendarai dengan gigi tinggi, 4-6 dengan kecepatan rendah. Tapi karena mesinnya kurang, cukup nyaman dikendarai di dalam kota. Mengendarainya hanya dengan 6000rpm sejauh ini, membuat saya merasa tidak ada masalah sampai jumlah rotasi untuk kecepatan legal. Saya secara spontan menaikkanya lebih dari 7000rpm. Suara mesin membuat saya merasa benar-benar mengendarai motor.

[Performa Kendara] Saat rodanya melewati polisi tidur atau benturan, pergerakan CBR jadi tidak stabil. Khususnya pada kecepatan rendah tidak terasa stabil saat melewati garis-garis putih di jalanan. R25 lebih stabil untuk hal ini. Dan di belokan, CBR sepertinya mudah jatuh karena pusat keseimbangan yang lebih tinggi. Tapi R25 tidak mudah jatuh. Sepertinya pusat keseimbangannya lebih rendah.

[Kualitas Kendara] Untuk orang dengan kaki dan tangan yang pendek seperti saya, sangat mudah untuk mengambil posisi kendara yang nyaman. CBR punya kemudi yang terlalu jauh dari saya.

[Performa Manuver] Karena bodinya ringan, memarkirnya sangat mudah. Stand-nya punya posisi yang bisa anda dapatkan dengan mudah saat mengendarainya.

[Efisiensi Bahan Bakar] Tokyo 50km, rute 246 50km, dengan rute 1 dan rute 136 melewati Izu Peninsula. Jarak tempuhnya adalah 350km dan meteran mengatakan hanya 30km/L. Saat mengendarainya di bawah 5000rpm di pinggir kota, efisiensi bahan bakarnya akan lebih baik. Untuk mesin 2 silinder, performanya cukup bagus. CBR mungkin 37km/L dengan kondisi yang sama.

[Harga] Cukup terjangkau menurut saya.

[Secara Umum] Saya sangat puas telah membeli motor ini. CBR juga adalah motor yang bagus, tapi R25 lebih lincah dan cocok untuk touring. Pergantian gigi bagus dan mulus. Memang cowl sampingnya kurang merata tapi teksturnya bagus.

Review yang Baik

Chikal Aviv Nist

  • Review oleh Chikal Aviv Nist
  • 08/12/2016
Desain 4.0
Kapasitas Mesin 5.0
Kinerja Perjalanan 4.0
Kenyamanan Berkendara 4.0
Efisiensi Bahan Bakar 4.0
Total 4.2

Mahakarya Yamaha bertajuk Ninja Killer! YZF-R25!

[Baik]
-Memiliki desain headlamp yang unik. Yamaha menyebutnya Predator headlamp dengan desain menyipit dan seperti predator yang siap menyergap mangsa. LED Tail light khas R Series pun membuatnya semakin mempesona.

-Handling dan performa yang mumpuni, tidak bisa dianggap remeh dengan power 35,54 HP dan torsi 22,6 Nm pada 12000 RPM 2 Silinder DOHC 6 Speed dan handling nya yang bisa dibilang 'jinak' sehingga mudah untuk melahap tikungan.

-Selain itu, Riding position yang di diberikan Yamaha R25 ini cukup nyaman. tidak terlalu menunduk namun tetap sporty. Masih cukup nyaman untuk penggunaan harian

[Buruk]
-Dibalik desain yang nearly perfect masih ada saja kekurangannya. yaitu kualitas plastik dan kabel kabel yang terlihat berantakan di sekitar stang. memang tidak menggangu kinerja mesin powerfulnya, hanya saja ini seperti melihat sampah yang berserakan di rumah mewah mengingat harga motor ini yang tidak murah.

-Suspensi belakang tidak menggunakan prolink yang fungsinya adalah memungkinkan goncagan terasa lebih empuk. Jadi, shock belakang Yamaha R25 akan terasa keras ketika melewati jalanan rusak

[Kesimpulan]
Masuk ke kesimpulan, Yamaha mencoba masuk ke segmen Sport Fairing 250 cc dan memberikan produk yang cukup baik dengan harga yang lebih murah di banding kompetitornya. handling yang baik serta power yang tidak main main menjadi daya tariknya. punbegitu dengan suspensi tanpa prolink juga sasis yang masih menggunakan turbular sepertinya tidak akan terlalu berpengaruh dalam kualitas berkendara.
Jika anda mencari kenyamanan berkendara, kualitas handling yang baik juga power yang cukup besar di kelasnya maka, motor ini lah yang anda cari. This is 'A Superbike You can ride everyday' slogan Yamaha pada motor ini.

Review yang Baik

Anggi Putra Mahara

  • Review oleh Anggi Putra Mahara
  • 18/09/2015
Desain 4.0
Kapasitas Mesin 4.0
Kinerja Perjalanan 5.0
Kenyamanan Berkendara 5.0
Efisiensi Bahan Bakar 3.0
Total 4.2

impianku

[Baik] desaign yang bagus model yang perkasa memperlihatkan siapa yang menaiki yzf layaknya ksatria gagah. suara yang nyaring ketika berkendara dengan yzf serasa membelah angin. belum ada prduk lain yang bisa menyainginya yang bisa sejajar dengan si gesit YZF.

[Buruk] penggunaan bahan bakar ... masalah bahan bakar masih kalah dengan produk motor sebelah. unggul dalam kecepatan tapi kalah dengan efisiensi bahan bakar.

Review yang Baik

Page 1 of 1

Review Terbaru Sepeda Motor

saya punya yamaha yzf-R1 tahun 2010... dan samoai sekarang kalo diajak jalan gak malu - maluin karena modelnya yang gak ketinggalan... karena rata - rata motor dengan fairing modelnya akan cepat ...Baca lebih banyak Review

  • Rating : 4.4
  • Review oleh Gusti Hendri
  • Tanggal : 23/09/2018

yamaha vmax 1700cc ini bisa dibilang paling irit di kelasnya... efisiensi bahan bakar yang di tanamkan pada moge satu ini di klaim paling baik oleh yamaha... coba bayangkan dengan cc sebesar itu.. ...Baca lebih banyak Review

  • Rating : 4.6
  • Review oleh Muhammad Hardian
  • Tanggal : 22/09/2018

sepupu aku punya motor Yamaha YZF-R1, dan aku pasti minta di boncengin kalo lagi main kerumah dia... motor ini tuh gede banget body-nya.. suaranya kayak motor balap.. dan yang paling aku seneng kalo ...Baca lebih banyak Review

  • Rating : 4.6
  • Review oleh Feby Syafira
  • Tanggal : 21/09/2018
View Mode: PC | Mobile