ZTE Akui Kesalahan Pada Project Hawkeye

Proyek smartphone Hawkeye dari ZTE sedang dipertimbangkan kembali setelah respon yang kurang baik di kampanye Kickstarter. Hawkeye akan menyediakan teknologi eye-tracking yang memungkinkan untuk mengoperasikan perangkat dengan gerakan mata saja tanpa menggunakan tangan. Setelah mengungkap spesifikasi dari perangkat tersebut beberapa waktu yang lalu, ZTE merasa mungkin saja spesifikasi tersebut akan berbeda dengan apa yang diharapkan oleh penggemarnya.

25/01/2017

Perangkat smartphone Hawkeye merupakan hasil dari kontes sebuah proyek ZTE yang dinamakan CSX dimana perusahaan meminta ide dan konsep dari para pengguna ataupun penggemar untuk membuat smartphone baru. ZTE kemudian memilih lima desain teratas dan memberikannya kepada publik untuk dilakukan voting mana yang paling mereka inginkan untuk selanjutnya diproduksi. Jadi Hawkeye merupakan sebuah perangkat yang memiliki fitur panel belakang yang dapat menempel pada permukaan apapun. Selain itu, terdapat juga fitur eye-tracking yang sudah disebutkan di atas tadi.

Banyak pihak yang sebenarnya kurang menyetujui dengan hal yang ditawarkan oleh ZTE, oleh karena itu kampanye Kickstarter yang dimaksudkan untuk perangkat Hawkeye pun terhenti. Saat ini dikabarkan bahwa mimpi ZTE untuk memproduksi perangkatnya tersebut tidaklah mudah, meskipun hingga saat ini sudah didanai oleh setidaknya 182 donatur, dengan sisa yang hanya 25 hari lagi tampaknya keadaan ini bukanlah yang diinginkan oleh sang perusahaan untuk Project CSX-nya.

Pihak ZTE pun sudah mengakui bahwa mereka melakukan suatu kesalahan terhadap proyek tersebut. Pada suatu situs yang dimiliki oleh perusahaan, ZTE mengatakan bahwa mereka sudah mengetahui letak kesalahannya. Jeff Yee, yang merupakan Vice President Perencanaan Teknologi dan Kemitraan untuk ZTE mengatakan bahwa perusahaan telah menyadari memperkenalkan konsep smartphone hands-free, smartphone yang dapat menempel atau melekat pada permukaan apapun untuk smartphone level mid-range bukanlah keputusan yang baik. "Inilah kesalahan yang kami lakukan" ujar Jeff Yee.

Untuk itu, perusahaan pun akhirnya memutuskan untuk melakukan angket dan disebar untuk menayakan kepada pengguna apa yang harus mereka lakukan untuk meningkatkan daya tarik perangkat tersebut. Hasil sementara menunjukkan bahwa 46 persen dari yang melakukan angket menginginkan perangkat tersebut untuk menggunakan prosesor baru Snapdragon 835 bukan Snapdragon 625. Selanjutnya yang diinginkan oleh para pemberi suara adalah kapasitas RAM yang lebih besar.

ZTE Hawkeye

Harga termurah di Indonesia ---

Berita Terbaru ZTE Hawkeye

View Mode: PC | Mobile