01/02/2018

Temuan Palo Alto, Lebih Dari 15 Juta Komputer Diserang Virus Untuk Menambang Cryptocurrency Secara Diam-diam

Bagaimana jika komputer Anda diam-diam digunakan para hacker untuk menambang uang digital atau cryptocurrency? Selama 4 bulan ini, para hacker telah menyerang lebih dari 15 juta komputer dengan mengirim virus melalui file tersembunyi secara online. Virus akan mencuri kinerja komputer hingga 20 persen, akibatnya komputer menjadi lambat. Thailand merupakan negara dengan korban terbanyak.

Temuan mengejutkan dikemukakan oleh perusahaan cyber security bernama Palo Alto. Dikatakan bahwa sebanyak 15 juta komputer di seluruh dunia telah dikacaukan oleh para hacker, dengan jumlah komputer yang mengalami kerusakan paling banyak berada di Thailand. Virus yang disebarkan itu bekerja dengan mencuri power untuk pemrosesan, tujuannya adalah menambang cryptocurrency Monero.

Meskipun tak sebanyak Thailand, virus yang sama juga telah menyerang komputer-komputer di Tanah Air. Berikut adalah daftar negara-negara yang menjadi korban:

  1. Thailand – 3,545,437
  2. Vietnam – 1,830,065
  3. Mesir – 1,132,863
  4. Indonesia – 988,163
  5. Turki – 665,058
  6. Peru – 646,985
  7. Aljazair – 614,870
  8. Brazil – 550,053
  9. Filipina – 406,294
  10. Venezuela – 400,661

Serangan terhadap komputer-komputer itu telah dilancarkan oleh para hacker sejak 4 bulan lalu dan dikhawatirkan jumlah tersebut akan terus meningkat. Palo Alto mengatakan bahwa angka sesungguhnya bisa jadi jauh lebih banyak karena sampel yang diidentifikasi masih terbatas.

Palo Alto memperkirakan sekitar 30 juta pengguna komputer telah terkena serangan dari para hacker tersebut. Untuk menyebarkan virus itu, para hacker menyembunyikannya melalui file "exe" yang terlihat seperti file sharing yang biasa diunduh. File-file tersebut diberi nama tersendiri, misalnya File4org, Dropmefiles, dan RapidFiles. File yang mengandung virus itu kemudian disebarkan melalui link dari URL seperti Bitly maupun Adfly.

Jika komputer sudah terkena virus tersebut, maka prosessor pada perangkat itu secara diam-diam telah digunakan untuk menambang uang digital Monero yang saat ini bernilai sekitar USD 300 (sekitar Rp4 juta) per koin. Para hacker akan menikmati persentase atau honor dari setiap koin yang berhasil diperoleh.

Virus tersebut didesain untuk menggunakan tenaga prosesor kurang dari 20 persen sehingga pengguna bisa jadi tak menyadari komputernya telah menjadi lambat. Kabar baiknya, hampir semua software antivirus yang terkini bisa melindungi komputer dari gangguan ini. Oleh karenanya sangat penting untuk terus mengupdate software antivirus pada komuter Anda.