31/01/2017

9 Hal Ini Tunjukkan Bisnis Xiaomi Tak Semuanya Untung

Xiaomi menyatakan, bisnisnya masih bernilai $45 miliar. Kendati demikian hengkangnya Hugo Barra dari Xiaomi menunjukkan kondisi bisnis Xiaomi tak lagi sebaik dulu.

Xiaomi tumbuh terlalu besar, terlalu cepat dan saat ini produsen smartphone ternama asal China tersebut kehilangan salah satu pejabat eksekutif terpentingnya. Hugo Barra, Vice Presiden Xiaomi International mengatakan telah hidup dalam lingkungan super sibuk dan mempengaruhi kesehatannya. Sebelumnya, Hugo Barra merupakan mantan VP of product di Divisi Android Google, dan lulusan MIT. Setelah hengkang dari Xiaomi, Huggo Barra memutuskan akan kembali ke Silicon Valley. Dalam sebuah postingan Facebook, co-founder Xiaomi, Lin Bin mengatakan Xiaomi merasa kehilangan Hugo Barra. Alasan personal yang diungkapkan Barra tersebut cukup dapat dimengerti.

Kendati demikian, kepergian Barra cukup menimbulkan pertanyaan. Sebagai wajah internasional Xiaomi yang merupakan jebolan dari Silicon Valley, Barra berhasil mengantarkan Xiaomi memasuki pasar di luar China. Xiaomi menjadi produsen smartphone China terlaris, namun kondisi tersebut tidak mampu bertahan hingga saat ini. Setelah menjadi startup terbesar di dunia, bisnis Xiaomi menghadapi sejumlah penurunan yang cukup signifikan. 9 hal ini menunjukkan bisnis Xiaomi tidak semuanya untung.

1. $3.6 Miliar

Bisnis Xiaomi bernilai $45 miliar pada Desember 2014, namun salah satu analis memperkirakan Xiaomi hanya bernilai $3,6 miliar saat ini. Hal ini mencerminkan Xiaomi mulai ditinggalkan, dan sebagai perusahaan pribadi, tak ada hal yang bisa dilakukan. Nilai $45 Xiaomi berdasarkan suntikan dana sebesar $1.1 miliar dari Yuri Milner, dari Singapore's GIC Pte and All-Stars Investment Ltd.

2. $100 miliar

Pada Desember 2014, investor kaya Yuri Milner yang sukses mendukung Facebook dan Alibaba memperkirakan nilai Xiaomi akan mencapai dua kali lipat hingga $100 miliar. Sayangnya, hal tersebut gagal.

3. Nol

"Xiami menolak untuk merilis penjualan smartphone di tahun 2016. Xiaomi tidak memiliki angka untuk dipublikasikan", kata juru bicara Xiaomi. Bagi Xiaomi yang dulunya dikenal sebagai vendor smartphone dengan penjualan fantastis, hal ini tentu mengejutkan. Tahun 2014, Xiaomi menjual 61 juta smartphone dan tahun 2015 sebanyak 80 juta unit.

4. 40%

Berdasarkan riset IDC, penjualan smartphone Xiaomi di China anjlok hingga 40% pada kuartal II 2016 dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2015. Secara keseluruhan pasar di China pada periode yang sama justru tumbuh 4,6%, yang didapatkan dari pesaing Xiaomi lainnya. Pada waktu itu, Xiaomi berada di posisi empat di China setelah Huawei, OPPO dan Vivo.

5. 16.000

Pada 9 Desember 2014, Pengadilan Tinggi di New Delhi India melarang impor dan penjualan produk Xiaomi di India. Larangan ini berkaitan dengan komplain Ericsson yang menyebutkan sejumlah pelanggaran paten. Meski larangan tersebut telah dicabut, namun masalah paten masih menjadi persoalan utama bagi Xiaomi. Pada Januari 2017, Xiaomi mengumumkan telah mendaftarkan 16 ribu paten, dan berhasil mendapatkan 3612 paten, dengan 1767 diperoleh di luar China.

6. 9-9-6

Budaya kerja Xiaomi sangat keras. Pada Maret 2016, juru bicara Xiaomi mengatakan Xiaomi merupakan perusahaan 9-9-6, di mana karyawannya bekerja dari jam 9 pagi hingga 9 malam, 6 hari seminggu. Laporan itu juga menegaskan CEO Xiaomi Lei Jun bekerja 14 jam sehari, 6 hari seminggu.

7. 2.112.010

Jumlah ponsel Xiaomi yang terjual online dalam 24 jam sebagai bagian dari Mi Fan Festival pada April 2015 lalu adalah 2.112.010.Hal tersebut menunjukkan Xiaomi memiliki banyak fans yang cukup fanatik. Pada Oktober 2014, di ajang flash sale di India, Xiaomi menjual 100 ribu ponsel dalam 4,2 detik.

8. 150 persen

Meski bisnis Xiaomi mulai lesu di China, namun di India justru tumbuh. Pengiriman ponsel mencapai 150 persen secara year-on-year sepanjang 2016 dan pendapatan tahunan di negara tersebut mencapai %1 miliar untuk pertama kalinya. Xiaomi masuk posisi tiga besar di India.

9. 100 miliar yuan

Xiaomi menargetkan untuk mendapatkan 100 miliar yuan di tahun 2017, target yang sama dengan targer tahun 2015.