Apple Bisa Jualan iPhone 7 di Indonesia Dengan Komitmen Bangun R&D

Apple siap keluarkan dana sebesar $44 juta atau sekitar Rp 600 miliar untuk komitmennya membangun R&D selama tiga tahun agar dapat berjualan iPhone 7 di Indonesia.

04/01/2017

Belum lama ini Apple dan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dikabarkan secara resmi telah menandatangani agreement kerja sama untuk membangun pusat penelitian dan pengembangan teknologi (Research & Development) di Indonesia. Kabar ini pun telah dikonfirmasi oleh Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika RI bahwa memang benar Apple akan segera membangun R&D di Indonesia pada tahun ini dengan merekrut pegawai lokal.

Kesepakatan kerja sama tersebut pada dasarnya mencakup dua bidang yaitu riset dan pengembangan teknologi yang ditangani Kementerian Komunikasi dan Informatika serta bidang industri yang ditangani Kementerian Perindustrian. Dan saat ini Apple sudah masuk dalam tahap finalisasi ijin pembangunannya di Kementerian Perindustrian.

Seperti dikutip dari macrumors, nilai investasi Apple untuk membangun R&D selama tiga tahun tersebut mencapai dana senilai $44 juta atau sekitar Rp 600 milyar. Kesepakatan ini disetujui oleh Apple menyusul adanya kewajiban dari pemerintah RI bahwa perusahaan yang bergerak di industri telepon seluler berkewajiban mendirikan R&D di Indonesia. Jika perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut tidak mengikuti aturan ini maka Apple tidak dapat secara bebas menjual perangkat smartphone terbarunya di Indonesia.

Apple sendiri beberapa waktu lalu sudah mengantongi sertifikasi dari Dirjen Postel untuk perangkat 4G sehingga 13 produk baru Apple termasuk iPhone 7 dan iPhone 7 Plus sudah dapat masuk ke pasar Indonesia secara resmi.

Rencananya Apple akan mulai menjual produk-produknya pada awal tahun 2017 karena aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) baru diberlakukan secara resmi pada 1 Januari 2017 kemarin.

Pada tahun 2011, Apple pernah terpaksa menutup toko online-nya di Indonesia karena terdapat masalah di pengiriman barang, dan Apple harus mendaftar ulang ijin untuk memulai lagi sebagai bagian dari persyaratan untuk membuka toko ritel pertamanya di Indonesia.

Indonesia merupakan salah satu pasar yang potensial bagi Apple dengan penduduk yang mencapai 250 juta orang ini, sehingga memang sepertinya Apple tidak akan melewatkan kesempatan untuk menjual produk-produknya di Indonesia.

Berita Terbaru Apple iPhone

View Mode: PC | Mobile