Meizu dan OnePlus Lakukan Kecurangan Proses Benchmarking

Untuk mengetahui potensi dan kinerja sebuah smartphone, banyak yang menjadikan skor benchmarking sebagai referensi. OnePlus dan Meizu diketahui telah melakukan kecurangan proses pengujian ini. Mereka sengaja menggunakan software tertentu untuk memicu kinerja agar prosesor menjadi lebih agresif selama pengujian.

03/02/2017

Benchmarking atau pengujian akan kinerja sebuah smartphone biasa digunakan untuk mengetahui sejauh mana performa sebuah piranti. Hasil pengujian atau skoring ditampilkan dalam angka-angka tertentu. Apabila angka tersebut tidak akurat, maka bisa disimpulkan telah terjadi manipulasi atau kecurangan selama proses pengujian. Beberapa situs benchmarking yang kondang dan biasa dijadikan acuan adalah AnTuTu, Geekbench, dan GFXBench.

Situs benchmarking AnTuTu dulu banyak disukai oleh pabrikan kecil sebagai ajang untuk pengujian piranti baru mereka. Lama kelamaan praktik "kerjasama" semacam ini semakin menghilang, namun sebuah penelitian dari komunitas XDA yang dilakukan beberapa tahun belakangan ini telah mengungkap bahwa dua pabrikan OnePlus dan Meizu telah melakukan kecurangan terhadap pengujian atau benchmarking ini. Bukti-bukti kecurangan itu telah dikumpulkan.

Dari laporan XDA, smartphone OnePlus 3T sengaja dibuat agar kinerjanya lebih meningkat selama proses pengujian atau benchmarking untuk menghasilkan hasil skoring yang lebih tinggi. Hal ini dimungkinkan dengan menggunakan sebuah software tertentu yang memiliki kemampuan untuk memicu kinerja prosesor. Apabila smartphone ini digunakan untuk menjalankan aplikasi AnTuTu atau Geekbench, maka chipset akan dipaksa bekerja lebih keras untuk menghasilkan skor yang tinggi, padahal skor itu bukanlah performa yang sebenarnya. Dengan kecurangan ini, OnePlus 3T dapat menghasilkan skor hingga 163,000, hasil ini bahkan lebih tinggi daripada smartphone flagship premium LG G5 maupun Galaxy S7.

Berdasarkan laporan dan bukti-bukti yang ada, OnePlus telah mengakui kecurangan yang mereka buat. OnePlus berdalih apa yang mereka lakukan ini untuk memberikan pengalaman lebih baik kepada pengguna smartphone mereka, terutama ketika menggunakan aplikasi yang memerlukan kemampuan grafis tinggi. OnePlus mengaku telah menggunakan mekanisme khusus yang memicu prosesor berjalan lebih cepat. Untuk memperbaiki kesalahan ini, OnePlus berjanji bahwa mekanisme ini tidak akan lagi digunakan pada perangkat OxygenOS yang akan hadir.

Sedangkan pabrikan Meizu belum memberikan tanggapan atas kejadian kecurangan ini pada piranti mereka Meizu PRO 6. Memang hasil benchmarking tidak merepresentasikan secara penuh akan kinerja sebuah smartphone. Akan tetapi komunitas pengguna Android banyak yang menggunakannya sebagai referensi untuk mengetahui potensi sebuah smartphone. Meizu maupun OnePlus bukanlah pabrikan pertama yang melakukan kecurangan, Samsung, HTC, Sony dan LG pun pernah diketahui mencurangi skor benchmarking sebelumnya, dan kini telah menghentikan praktik tersebut.

Berita Terbaru Handphone HP

View Mode: PC | Mobile