01/02/2017

OPPO Berhasil Singkirkan Apple dan Kuasai Pasar Smartphone di China

OPPO R9 yang dikenal dengan tagline Selfie Expert menjadi smartphone terlaris di Cina sepanjang tahun 2016. Hal ini berdasarkan sebuah laporan hasil riset dari Counterpoint Research. OPPO R9 memuncaki penjualannya dengan total 17 juta unit sementara pesaingnya, iPhone 6s yang merupakan best seller smartphone dari Apple hanya terjual 12 juta unit di pasar Cina pada tahun lalu.

iPhone buatan Apple memang sempat menguasai pasar smartphone di Cina dengan penjualan tertinggi sejak tahun 2012 silam. Namun sejak 2016 lalu sepertinya posisi emas Apple di negeri tirai bambu tersebut harus rela tergeser oleh OPPO yang merupakan pemain lokal dari negara itu.

Kabar tersebut bermula dari Counterpoint Research, perusahaan analisis dari Hong Kong yang mengeluarkan laporan terbarunya mengenai hasil penjualan smartphone besutan Apple dan OPPO sepanjang tahun 2016. Berdasarkan laporan tersebut, iPhone 6s dari Apple hanya berhasil terjual 12 juta unit saja dengan 2 persen pangsa pasar di Cina. Sementara OPPO R9berhasil menutup tahun 2016 dengan angka penjualan yang menyentuh 17 juta unit atau menguasai 4 persen pangsa pasar di Cina.

Neil Shah, Direktur Riset Counterpoint Research mengatakan bahwa fitur-fitur yang telah mendorong pertumbuhan pasar smartphone diantaranya fast charging atau pengisian cepat, penggunaan layar OLED, kapasitas baterai yang besar dan kamera ganda. Fitur-fitur inilah yang tidak dimiliki oleh iPhone 6s. iPhone 7 memang sudah memiliki kamera ganda, namun harganya tidak dapat dijangkau oleh kebanyakan masyarakat di Cina.

OPPO R9 atau yang dikenal dengan nama OPPO F1 Plus di Indonesia saat ini menjadi smartphone paling laris di Cina pada tahun 2016 lalu. Kesuksesan OPPO sendiri tak lepas dari strategi sang perusahaan yang meluncurkan smartphone spesifikasi kelas atas dengan harga yang terjangkau. Pengiriman smartphone OPPO di Cina juga meningkat dengan angka yang cukup mengesankan yaitu mencapai 109 persen. Sedangkan pesaingnya, Apple sebaliknya malah menurun 21 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2016 lalu.

Secara keseluruhan pengapalan smartphone di Cina naik 6 persen dari tahun lalu menjadi 465 juta unit. Produsen smartphone Cina lainnya seperti Vivo naik 78 persen dan Huawei naik 21 persen. Sementara Xiaomi mengalami penurunan 22 persen.

Counterpoint juga memberikan catatan penting lainnya yaitu kegagalan Apple di pasar smartphone Cina ada kaitannya dengan melonjaknya permintaan smartphone kelas menengah di negara tersebut.