05/01/2017

Qualcomm dan Meizu Akhirnya Sepakat Berdamai Terkait Sengketa Hak Paten

Setelah lama berseteru terkait sengketa hak paten dalam beberapa bulan terakhir ini, Qualcomm dan Meizu akhirnya sepakat untuk berdamai. Meizu juga telah sepakat untuk membayarkan lisensi kepada Qualcomm dalam sengketa lisensi paten ini.

Awal tahun 2017 ini menjadi momen berdamainya kedua perusahaan, Meizu dan Qualcomm terkait sengketa hak paten. Kedua perusahaan tersebut memutuskan untuk mengakhiri perseteruan yang telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir ini.

Meizu akhirnya sepakat untuk membayarkan biaya lisensi untuk mengakhiri tuntutan yang diajukan Qualcomm di China dan tiga negara lainnya. Sebagai perusahaan asal Amerika Serikat, Qualcomm dinilai mampu mempertahankan property intelektualnya di China yang dikenal sebagai pasar smartphone terbesar di dunia saat ini.

Menurut laporan, Meizu akan membayarkan lisensi kepada Qualcomm dengan nilai yang sama dengan yang dibayarkan vendor smartphone lainnya di China. Sebagai catatan, Qualcomm mengajukan tuntutan kepada Meizu di China dan sejumlah negara lainnya pada bulan Juni lalu. Dengan selesainya sengketa paten tersebut, baik Meizu dan Qualcomm juga mengakhiri terjadinya perselisihan paten yang juga hadir di Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat. Selain itu, Qualcomm juga memasukkan 17 gugatan baru untuk Meizu.

Gugatan hukum tersebut diajukan ke pengadilan Intellectual Property Courts di Beijing dan Shanghai, China. Pihak Meizu menuduh Meizu menggunakan teknologi milik Qualcomm tanpa izin di handset miliknya. Perusahaan asal Amerika Serikat itu menyebutkan pelanggaran paten diantaranya terdapat pada teknologi 3G dan 4G.

Menurut berita Bloomberg, tuntutan Qualcomm kepada otoritas yang berwenang di China tersebut merupakan pertama kalinya pihaknya meminta ganti rugi lisensi teknologi yang digunakan oleh Meizu. Perseteruan tersebut dilaporkan telah selesai dan menghasilkan kesepakatan untuk pembayaran ganti rugi.
Sebelumnya, negosiasi Meizu dan Qualcomm telah berlangsun lama tanpa menghasilkan kesepakatan yang cukup berarti. Sementara itu, lebih dari 100 vendor smartphone juga sepakat atas lisensi teknologi yang dimiliki Qualcomm.

Pihak Qualcomm pada bulan Januari 2015 lalu juga menyatakan telah membayar $975 juta atau senilai Rp 13,2 triliun untuk mengakhiri masalah Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional Tiongkok (NDRC) yang menuding Qualcomm menyallahi posisinya yang cukup dominan di pasar chipset smartphone.

Postingan lain untuk Anda
Postingan Meizu Handphone HP Terkini