21/12/2016

Samsung Gear VR Segera Hadir, Diikuti Augmented Reality Menyerupai HoloLens

Samsung tengah getol mengembangkan teknologi VR dan AR yang disebut sebagai bisnis baru yang sangat menjanjikan. Gear VR varian baru akan segera hadir menggantikan Gear VR versi lama. Teknologi Augmented Reality pun tengah dikembangkan oleh Samsung tanpa menutup kemungkinan untuk menggandeng partner ketiga.

Dua buah piranti baru tengah dikembangkan oleh Samsung, berupa perangkat untuk sistem Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR). Perangkat yang disebut pertama merupakan generasi penerus dari Gear VR yang telah menuai sukses sejak dirilis pada November 2015. Sedangkan perangkat yang disebut terakhir disiapkan oleh Samsung menggunakan konsep yang menyerupai piranti Magic Leap dan HoloLens buatan Microsoft. Gear VR buatan Samsung pertama dirilis pada tahun 2015 kemudian diikuti dengan versi upgrade pada tahun berikutnya, atas kerjasama Samsung dengan Oculus.

Gear VR yang baru dijanjikan akan segera hadir tak lama lagi, demikian disampaikan oleh Vice President Samsung Electronics, Sung-Hoon Hong. Sementara untuk piranti Augmented Reality belum dijelaskan lebih lanjut mengenai waktu perilisannya. Melalui ajang Virtual Reality Summit yang digelar di California belum lama ini, Hong memberikan keterangan bahwa perangkat pada masa yang akan datang, Samsung akan mengembangkan tiga bidang baru yang menjadi tantangan bagi Samsung, yakni teknologi Artificial Intelligence (AI), Virtual Reality (VR), dan Augmented Reality (AR).

Hong juga menjelaskan bahwa Samsung tengah mengembangkan perangkat baru terkait teknologi Augmented Reality yang mampu memproyeksikan hologram dengan begitu realistis. Hologram tersebut akan tampak begitu nyata, seakan-akan bisa diraba. Ke depannya, Samsung percaya bahwa teknologi Augmented Reality akan menjadi bisnis yang semakin menjanjikan. Teknologi yang kian berkembang ini akan lebih dieksplor lagi pada ajang tahunan Mobile World Congress (MWC) yang bertempat di Barcelona Spanyol, pada tiap bulan Februari.

Piranti Augmented Reality yang sudah beredar saat ini, misalnya HoloLens dari Microsoft, harganya masih sangat dianggap sangat berat untuk konsumen pada umumnya. Microsoft membanderol HoloLens pada kisaran harga 3.000 USD atau sekitar Rp 40 juta, membuatnya menjadi piranti yang belum populer digunakan. Namun ketika teknologi ini dikembangkan juga oleh produsen-produsen lain, maka diharapkan agar harganya menjadi lebih terjangkau sekaligus semakin banyak digemari.