26/01/2017

Samsung SDI Berencana Kucurkan 150 Juta Won Untuk Keamanan Baterai

Samsung SDI akan menginvestasikan dana senilai 150 juta won atau senilai USD128 juta untuk meningkatkan keamanan baterai. Selain itu anak usaha Samsung tersebut juga akan menyiapkan tim khusus untuk mengembangkan baterai yang aman setelah kasus Galaxy Note7.

Samsung telah membeberkan penyebab dari baterai Galaxy Note7 yang mudah terbakar. Tidak ingin mengulangi tragedi tersebut, Samsung berencana untuk meningkatkan keamanan pada baterai ponsel.

Anak usaha Samsung, yakni Samsung SDI berencana untuk mengucurkan dana sebesar 150 juta won atau senilai USD128 juta untuk meningkatkan keamanan pada komponen baterai. Bahkan, Samsung SDI juga telah menyediakan ruangan darurat di pabriknya di Cheonan untuk para tim khususnya yang bertugas mengembangkan baterai yang lebih aman.

Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu juga telah menyiapkan lebih dari 100 orang pegawainya ke bagian tim keamanan khususnya tersebut yang berasal dari Divisi Pengembangan, Produksi dan Teknologi, Divisi Kualitas, dan Divisi Verifikasi.

Pembentukan tim keamanan tersebut menjadi penting bagi Samsung. Raksasa teknologi tersebut akan lebih mengutamakan proses dalam tahapan pengembangan baterai yang dapat mencegah kompresi elektrolit yang menjadi biang meledaknya baterai Galaxy Note7. Selain itu, sistem inspeksi dengan sinar X-ray akan ditambahkan untuk menambah ketahanan baterai.

Sebelum kasus meledaknya baterai Samsung Galaxy Note7, baterai besutan Samsung banyak diminati perusahaan lainnya termasuk baterai untuk sistem mobil hybrid dan listrik. Dengan rencana peningkatan baterai tersebut, Samsung ingin mengembalikan reputasinya sebagai perusahaan pemasok baterai Polymer, seperti saat sebelum kasus terjadinya ledakan baterai Galaxy Note7.

Sementara itu, smartphone flagship Samsung berikutnya diperkirakan masih akan menggunakan baterai keluaran Samsung.