11/07/2018

Menyelami Keajaiban Seni di Museum Purnadigital Bernuansa Psikedelik yang Berlokasi di Jepang

Museum digital ini dibangun dalam rangka menyambut Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo yang akan dihelat pada tahun 2020 nanti.

Bagi sebagian orang, khususnya generasi muda, menyambangi museum bukanlah kegiatan yang menyenangkan. Berbagai pameran koleksi, barang antik, serta warisan atau peninggalan budaya dengan nilai sejarah tak ternilai yang tersimpan dan terkonservasi di tempat ini acapkali gagal memantik antusiasme yang ada. Akan tetapi, paradigma tersebut akan luntur jika Anda mengunjungi sebuah museum unik yang terdapat di Jepang. Tepatnya di distrik Odaiba, Tokyo.

MORI Building DIGITAL ART MUSEUM: teamLab Borderless adalah sebuah museum serba digital dengan nuansa psikedelik pertama di dunia. Luas museum ini ditaksir mencapai 10.000 meter persegi dan menampung sekitar 50 instalasi yang memamerkan rupa-rupa seni lewat 520 unit komputer dan 470 buah proyektor.

Nyaris semua permukaan lantai dan dindingnya diselimuti oleh kemilau cahaya warna-warni. Terdapat pula sejumlah sensor gerak yang akan memancarkan citra yang bereaksi terhadap gerak-gerik, sentuhan, serta keberadaan pengunjung yang datang.

Tidak ada pemandu, papan petunjuk, atau denah dalam museum ini. Jika sebuah museum pada umumnya melarang pengunjung untuk mengambil foto, di museum digital ini Anda justru dapat mengabadikan setiap jengkal keindahannya sesuka hati. Karena di tempat ini Anda akan diajak untuk menenggelamkan diri ke dalam seni yang disajikan dan menikmati pengalaman yang sedalam-dalamnya. Dan itulah tujuan utama dibangunnya MORI Building DIGITAL ART MUSEUM ini.

Ada berbagai ruang dan wahana yang dapat dieksplorasi oleh para tamu di lokasi ini, di antaranya adalah Athletic Forest, Future Park, hingga Forest of Lamps. Dalam ruangan yang bernama "Forest of Lamps" misalnya, terdapat ratusan lampu yang menggantung pada ketinggian yang berbeda-beda. Cahaya yang diproyeksikan akan semakin beredar liar lantaran dipantulkan oleh lantai bermaterialkan kaca. Sensasinya semakin membumi berkat iringan musik yang mengalun seirama dengan nuansa yang dihadirkan.

Sebuah kelompok interdisipliner kolaboratif yang berbasis di Jepang, teamLab, bekerja sama dengan MORI Building DIGITAL ART MUSEUM dan perusahaan Epson untuk mewujudkan galeri dengan berbagai instalasi karya digital yang indah ini.

MORI Building DIGITAL ART MUSEUM: teamLab Borderless

Bagaimana, setelah menyimak daya magis museum ini, apakah Anda masih beranggapan kalau museum adalah tempat yang membosankan? Dan untuk Anda yang akan dan sedang berwisata ke Jepang, jangan lupa meluangkan waktu ke museum ini. Tiket masuk ke museum ini dibanderol harga JPY 3.200 (sekitar Rp415.000) untuk umur 15 tahun ke atas, serta JPY 1.000 (sekitar Rp130.000) untuk umur 4-14 tahun. Tiket dapat dibeli di tautan link berikut.