Awas! Panggilan Telepon Spam dengan Kode +77 Bisa Menguras Pulsa Anda

Berhati-hatilah dengan panggilan telepon tak terjawab dari luar negeri, terutama dengan kode +77 atau +37. Jangan coba-coba untuk menelepon kembali nomor tersebut. Pasalnya, nomor telepon tersebut merupakan panggilan Spam yang berusaha menguras pulsa Anda!

28/12/2016

Sejumlah pengguna ponsel di tanah air akhir-akhir ini menapatkan panggilan telepon dari nomor telepon dari luar negeri, terutama dengan kode 77 atau +37. Sementara, kode negara Indonesia memiliki awalan +62 yang diikuti dengan nomor telepon dari nomor telepon lokal PSTN atau nomor operatir seluler lokal di Indonesia.

Nomor asing dengan kode negara +77 atau +37 ini biasanya akan menelepon sekali lalu ditutup. Bagi pengguna ponsel yang mendapat panggilan asing ini dan merasa penasaran, biasanya akan menelepon kembali. Kabarnya, mereka yang menelepon kembali nomor tersebut akan dikenakan biaya $15-20 atau senilai Rp 200-260 ribu.

Maraknya panggilan asing dengan kode negara +77 tersebut menjadi pesan berantai di WhatsApp. Pesan tersebut berisi peringatan agar pengguna ponsel lebih berhati-hati jika mendapatkan panggilan telepon asing tersebut.

Sejumlah pelanggan Telkomsel melakukan keluhan telah menerima panggilan asing dengan kode nomor 77 itu. Pihak Telkomsel sendiri juga telah mengkonfirmasi hal ini dan menyebut panggilan nomor itu sebagai panggilan telepon spam.

Dalam pesan singkatnya, Denny Abidin, GM External Corpcomm Telkomsel, mengakui pihaknya menerima laporan pelanggan telah menerima panggilan telepon asing dengan kode +77. Menurut dia, panggilan tersebut merupakan panggilan spam dari luar negeri. Saat ini, Telkomsel telah memblokir panggilan dengan nomor tersebut demi kenyamanan pelanggan. Sementara itu, XL Axiata mengaku belum menerima laporan tentang telepon spam tersebut.

Panggilan telepon spam dengan kode +77 tersebut disinyalir datang dari Rusia atau Kazakhstan. Jika pelanggan menelepon kembali nomor tersebut, maka saldo pulsa telepon miliknya akan langsung berkurang. Kabarnya, nomor tersebut akan menyedot biaya $15-20 atau senilai Rp 200-260 ribu per panggilan. Modus ini juga pernah terjadi di sekitar tahun 2000an yang dilakukan perusahaan telepon dari Afrika dan Rusia. Pelaku akan mendapatkan komisi dari international premium rate number (IPRN) dari operator telepon tersebut.

Jika Anda menerima panggilan tidak terjawab dari nomor asing dengan kode 77, lebih baik Anda berhati-hati jika tidak ingin rugi.

Berita Terbaru Lainnya

View Mode: PC | Mobile