Ekspor Sepeda Motor Melonjak, 226,444 Unit di Kirim ke Luar Negeri Hingga Pertengahan 2018

Ekspor motor rakitan dalam negeri kian menanjak. Selama periode Januari-Mei 2018 tercatat mengalami kenaikan sebesar 46.1 persen dibanding periode yang sama tahun 2017 lalu. Fenomena apakah yang menyebabkan kenaikan drastis ini?

Berbagai merek sepeda motor yang beredar dan diproduksi di Indonesia tak hanya dijual untuk konsumen di dalam negeri. Hingga saat ini terdapat lima vendor anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang berhasil mengekspor motor rakitan Indonesia ke luar negeri. Menariknya, berdasarkan data yang baru saja dirilis oleh AISI jumlah ekspor sepeda motor selama periode Januari-Mei 2018 mengalami kenaikan drastis dibanding periode yang sama tahun lalu.

Di sepanjang lima bulan pertama tahun 2018 tersebut, tercatat total sebanyak 226,444 unit sepeda motor berbagai merek hasil rakitan Indonesia diserap pasar luar negeri. Angka itu melesat tajam hingga sebesar 46.1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017 lalu dimana hanya mencapai 155,034 unit.

Yamaha menjadi penyumbang paling besar dengan mengekspor sebanyak 125,500 unit atau mencapai 55.43 persen dari total ekspor sepeda motor dari dalam negeri. Prestasi gemilang pabrikan asal Jepang ini juga diikuti oleh pesaing terberatnya, yakni Honda dengan raihan angka ekspor mencapai 64,912 unit atau 28,67 persen dari total ekspor. Sementara itu, pada urutan ketiga sampai kelima secara berurutan ditempati oleh Suzuki dengan 17,473 unit sepeda motor, TVS dengan 14,052 unit sepeda motor, serta Kawasaki dengan 4,407 unit sepeda motor.

Menurut penjelasan Sigit Kumala selaku Ketua Bidang Perdagangan AISI, fenomena kenaikan jumlah ekspor sepeda motor rakitan Indonesia terjadi karena disebabkan oleh tiga faktor. Pertama yaitu terjadi perluasan negara tujuan ekspor kendaraan roda dua oleh para pengekspor dalam negeri. Kedua, semakin stabilnya kondisi ekonomi di mayoritas negara tujuan ekspor sepeda motor sehingga otomatis juga berdampak pada jumlah permintaan kendaraan roda dua yang semakin meningkat. Ketiga, adanya efek dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Untuk penyebab yang terakhir ini menurutnya membuat harga sepeda motor produksi dalam negeri menjadi lebih kompetitif ketika dipasarkan di luar negeri.

Perlu diketahui, Indonesia telah berkembang menjadi pasar kendaraan roda dua terbesar ketiga di dunia, hingga tahun 2018 pasar dalam negeri hanya kalah dari Tiongkok dan India yang masing-masing menempati posisi pertama dan kedua. Sementara untuk posisi keempat ditempati oleh Brazil. Sejauh ini sebagian besar sepeda motor hasil rakitan Indonesia sudah berhasil menembus negara-negara di wilayah Asia Tenggara, Eropa, hingga Amerika Latin. AISI memprediksi akan ada kenaikan 15 sampai 20 persen untuk total penjualan ekspor hingga akhir tahun 2018 mendatang.

Tren yang kian positif ini ternyata tidak hanya terjadi pada pasar ekspor saja, melainkan juga diikuti oleh penjualan dari dalam negeri. Sampai dengan pertengahan tahun ini tak kurang dari 2.6 juta unit sepeda motor berhasil terjual di Indonesia. Peningkatan paling drastis dilaporkan terjadi selama bulan Mei yang menorehkan penjualan sebanyak 589,304 unit, hal ini diduga akibat dari perayaan Hari Raya Idul Fitri serta meningkatnya daya beli masyarakat berkat adanya Tunjangan Hari Raya dan bonus gaji ke-13 yang diberikan kepada para pegawai negeri sipil.