Pertarungan Honda BeAT dan Yamaha Mio

Honda BeAT unggul dalam beberapa hal. Pertama adalah bahan bakar yang lebih irit dengan performa yang lebih baik dibanding Mio. Namun nama besar Mio, sebagai pelopor entry level skuter matic juga tidak bisa dianggap sebelah mata. Mesin yang bandel dan dimensi compact masih menjadi keunggulan sebuah Yamaha Mio. Mana yang lebih baik? Jujur, karena konsumsi BBM dianggap hal yang penting di pasar Indonesia, BeAT bisa menjadi pilihan. Namun saat daya tahan menjadi hal utama, Mio pilihannya.

12/01/2017

Indonesia merupakan salah satu pasar motor terbesar di dunia yang menempati posisi ketiga dengan penjualan yang rata-rata setiap tahunnya hingga 6 juta unit. Berbeda dengan belahan dunia lain, di tanah air, pasar sepeda motor bermesin kecil justru menjadi model yang laris manis penjualannya, hal ini sama dengan negara-negara lain di Asia Tenggara.

Hal tersebut yang dilirik pabrikan seperti Yamaha dan Honda meluncurkan produk sepeda motor bermesin kecil berjenis skutik di Indonesia. Pertama kali dilakukan oleh Yamaha yang meluncurkan Nouvo dan Nouvo di tahun 2003. Produk ini langsung laris manis di terima dengan baik di pasar otomotif tanah air. Melihat kesuksesan yang diraih Yamaha Mio, Honda tak mau diam dan kemudia meluncurkan motor skutik bermesin kecil pula yang diberi nama BeAT pada tahun 2008.

Pertarungan penjualan keduanya terbilang sengit. Bahkan Honda mengklaim sudah berhasil menjual BeAT hingga 10.116.299 unit dari awal diluncurkan hingga awal tahun 2016 di Indonesia. Motor ini dikatakan Honda dapat diterima dengan baik karena didesain serta dikembangkan dengan sesuai dengan postur rata-rata orang Indonesia dengan fitur terlengkap di kelasnya.
Sementara di tahun lalu, menurut data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) penjualan Honda BeAT hingga Agustus 2016 berhasil terjual 157.462 unit. Sementara Yamaha Mio hanya mampu dijual hingga 37.362 unit.

Lantas, bagaimana spesifikasi dari keduanya? Honda BeAT skutik dari Honda ini sudah mengalami perubahan desain semenjak pertama kali diluncurkan. Modelnya masih tetap ramping dan perubahan terlihat sekali pada bentuk lampu depannya. Motor skutik berkapasitas mesin 110 cc ini sangat lincah dipakai dijalanan yang ramai terutama perkotaan.

Cocok dipakai semua kalangan terutama kaum hawa yang menginginkan motor ramping dan tidak ribet, serta tetap manis dipakai. Bagasinya cukup luas dan untuk tipe FI (Fuel Injection) bagasi yang tersedia lebih luas lagi. Pada BeAT FI aki tidak lagi ditaruh di bagasi tetapi di kap bawah motor.

Sementara Yamaha Mio menganut desain bodi skuter murni. Hal ini bisa dilihat dari lingkar roda yang kecil (14 inchi) mengakibatkan jarak yang lapang antara dua sumbu roda.

Secara dimensi, BeAT memiliki panjang 1,859 mm, lebar 676 mm dan tinggi 1,053 mm. Motor ini memiliki kapasitas tangki hingga 3,7 liter untuk varian injeksi. Sementara Yamaha Mio panjang 1.850 mm, lebar 700 mm dan tinggi 1.050 mm serta kapasitas tangki 3,7 liter.

Untuk mesin yang digunakan, Honda BeAT menggendong mesin SOHC 4 langkah dengan 2-katup berkapasitas 110 cc. Dengan teknologi eSP yang dihadirkan Honda, Beat diklaim mampu melaju hingga 53 km hanya dengan menggunakan 1 liter bahan bakar. Hasilnya Beat memiliki daya hingga 8,52 PS pada putaran rpm 8.000. Sementara torsinya hingga 0,89 kgf.m @ 6.500 rpm. Untuk Yamaha Mio hadir dengan menggunakan mesinAir cooled 4-stroke, SOHC berkapasitas 125 cc dengan transmisi V-Belt otomatis dan sistem pengapian DC-CDI. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga mencapai 7 kW / 8000 rpm dan torsi 9.6 Nm / 5500 rpm.

Untuk harga, BeAT yang hadir dalam tiga varian dijual mulai Rp 14.700.000 hingga Rp 15.400.000. Sementara harga Yamaha Mio dijual mulai Rp 14.450.000 sampai Rp 15.600.000 (on the road Jakarta).

Berita Terbaru Sepeda Motor

View Mode: PC | Mobile