13/08/2019

Review Samsung Galaxy A80, Smartphone Eksperimental yang Usung Perubahan Radikal

Segala hal yang dimiliki oleh smartphone ini memang menajubkan dan membuat banyak orang ingin meminangnya, tapi Anda mungkin akan berubah pikiran ketika tahu banderol harganya.

Belum usai tren kamera lubang yang diperkenalkan pada akhir tahun lalu melalui Galaxy A9 Pro 2019 (Galaxy A8s), Samsung sudah beralih ke teknologi kamera yang lebih canggih secara kinerja dan estetis secara desain. Inovasi tersebut berupa kamera bermekanisme sliding (geser) yang dapat diputar serta berfungsi ganda sebagai kamera utama dan kamera selfie. Teknologi kamera ini dapat Anda temukan pada Galaxy A80.

Samsung Galaxy A80

Namun bukan hanya itu, vendor top global ini juga menghadirkan sejumlah perubahan lain yang terbilang radikal untuk perusahaan. Masalahnya, tidak semua perubahan tersebut mungkin bakal bisa diterima oleh penggemarnya. Untuk selengkapnya, simak ulasan kami berikut.

Apa saja kelebihan dan kekurangan Samsung Galaxy A80

Kelebihan:

  • Triple Kamera utama merangkap kamera swafoto
  • Layar ekstra lapang dan bermutu tinggi Super AMOLED
  • Paket menyertakan headset Type-C dan case khusus
  • Smartphone pertama yang ditenagai Snapdragon 730G

Kekurangan:

  • Slot microSD dan jack audio 3.5 mm dihilangkan
  • Baterainya bukan yang terbesar di kelasnya
  • Tidak menyediakan fitur keamanan berbasis pengenalan wajah
  • Bodi terlalu bongsor untuk rata-rata pengguna di Indonesia
  • Harganya terlampau premium

Desain

Tangguh dan premium. Dua kesan inilah yang akan Anda rasakan saat menggenggam ponsel yang rangka utamanya terbuat dari metal dan dilapisi oleh Gorilla Glass 6. Bodinya bongsor dengan dimensi 165.2 x 72.6 (P x L) serta bobot mencapai 220 gram. Bukan hal yang mudah menjangkau setiap sudut layar pada ponsel ini hanya dengan satu ibu jari.

Perubahan pertama yang mungkin akan sulit diterima oleh calon peminat ponsel ini adalah hilangnya port audio 3.5 mm. Keputusan yang mengikutsertakan Galaxy A80 ke dalam gerbong yang sama seperti Galaxy M40, Galaxy A60, dan terbaru, Galaxy Note10 Series. Selain itu, pabrikan asal Korea Selatan ini memilih untuk meniadakan slot microSD. Kapasitas internalnya memang cukup besar, 128GB, tapi pengguna yang berencana mempertahankan ponsel ini dalam waktu lama pasti mengharapkan slot penting tersebut.

Layar

Layar perangkat ini begitu lega, membentang sepanjang 6.7 inci. Samsung menamakannya All Cinematic Display (rasio aspek 20:9). Ukuran display ini menjadikan Galaxy A80 sebagai salah satu perangkat paling lebar milik Samsung. Usaha Samsung untuk beralih ke layar bezel-less sejati yang tampil tanpa notch atau interupsi seperti ini juga laik dipuji.

Kualitas display pastinya sudah terjaga berkat pemilihan Super AMOLED dengan resolusi Full HD+. Panel layar ini punya kontras yang tinggi dan warna yang tajam yang membuatnya ideal dipakai sebagai perangkat multimedia. Jika Anda ingin tampilan warna yang lebih mencolok, berkunjung sama ke menu pengaturan dan pilih mode Vivid. Mode ini pas buat menemani waktu menonton film Anda lewat HP ini. Jika ingin yang lebih alami, pilih mode Natural.

Performa

Snapdragon 730G secara teknis sama saja dengan SD730 reguler yang tersusun atas delapan inti prosesor dengan fabrikasi 8 nm. Perbedaannya terletak pada kinerja GPU yang terimprovisasi hingga 15 persen. AnTuTu mencatat skor perangkat ini di kisaran angka 200 ribuan. Dari segi performa Galaxy A80 diposisikan sebagai jembatan penghubung antara segmen mid-range dengan flagship.

Hasilnya, smartphone yang dilengkapi RAM 8GB ini secara default dapat menjalankan PUBG Mobile dalam setting Smooth-Ultra atau Extreme-Ultra jika dipadukan dengan aplikasi GFX Tool. Membuka aplikasi foto editor seperti Lightroom, misal, proses loading menjadi lebih cepat. Jangan tanya bagaimana performa perangkat ini saat melakukan tugas harian, semuanya serba mulus dan cepat.

Kamera

OPPO boleh saja mengklaim diri sebagai produsen pertama yang memperkenalkan sistem kamera putar. Tapi jika dibandingkan dengan inovasi yang Samsung tawarkan pada Galaxy A80, ketimpangan teknologinya bak langit dan bumi. Terdapat tiga kamera yang berfungsi sebagai kamera belakang dan kamera depan dengan susunan lensa primer (48MP), lensa ultra wide-angle (8MP), dan sensor 3D ToF.

Mode fotografinya lengkap dan bisa Anda sesuaikan secara situasional. Hasil fotonya bagus. Pemandangan struktur bangunan maupun langit biru menampakkan warna yang cukup natural dengan detail yang tajam berkat teknik Quad-Pixel sensor Sony. Adapun kelemahannya adalah kualitas dynamic range yang agak lemah, terlihat dari bayangan yang dibuat lebih gelap dan area terang yang terkesan berlebihan.

Pengalaman menyenangkan diberikan saat kita mengaktifkan kamera selfie. Prosesnya serba otomatis dan terlihat sangat canggih. Anda wajib memanfaatkan lensa ultra wide (123 derajat) ketika ingin mengabadikan gambar group selfie. Lensa ToF juga bantu menyempurnakan pengambilan gambar bokeh yang lebih alami. Walau demikian, hasilnya tidak jauh lebih spektakuler dari hasil bidikan kamera selfie ponsel lain yang harganya sekelas dengan perangkat ini.

Sistem operasi dan antarmuka

One UI didapuk sebagai antarmuka bagi perangkat yang sudah menjalankan sistem operasi Android 9.0 Pie ini. Selain menawarkan kesederhanaan dan kemudahan modifikasi tampilan, One UI juga mengemas fitur-fitur atraktif seperti Quick Measure (dapat diakses lewat kamera) yang mengukur suatu objek dengan cukup tepat, Always On Display (yang wajib diaktifkan karena tak ada lampu LED), dan tentunya asisten virtual Bixby yang sampai saat ini mungkin kedudukannya masih di bawah asisten digital Google.

Galaxy A80 menyediakan fitur keamanan berupa in-display fingerprint sensor. Proses bacanya cepat, meski masih kalah dari sensor ultrasonik yang tersedia pada lini S-Series. Anehnya, ponsel ini tidak memiliki fitur Facial Recognition walau hadir dengan kamera 3D ToF yang andal dalam fungsi pemetaan wajah. Bisa saja Samsung menghadirkannya lewat pembaruan di masa mendatang.

Baterai

Dengan bodi sebongsor ini, Galaxy A80 seharusnya mengemas baterai yang punya kapasitas lebih besar. Tapi nyatanya tidak demikian. Ia hanya punya baterai 3,700 mAh. Jelas ini menjadi poin kelemahan perangkat ini. Karena dilihat dari perspektif manapun, keputusan ini sulit diterima. Apalagi jika menyangkutpautkan harganya yang premium.

Meski begitu, dalam penggunaan aktual hasilnya tidak terlalu mengecewakan. Ia masih menyisakan cukup daya pasca dikuras untuk menonton film HD, bersosialisasi di media sosial, dan memainkan beberapa game populer. Chipset 8 nm berperan besar dalam efisiensi daya perangkat ini. Sementara durasi pengecasannya, dari nol – 100 persen, kami catat mencapai waktu sekitar 110 menit.

Apa saja yang ada dalam kotak?

  • Galaxy A80
  • Kabel Type-C to Type-C
  • Charger 25W
  • Headset (Type-C)
  • Hardcase
  • SIM Tray Ejector
  • Paket Dokumen

Verdict

Galaxy A80 menjadi usaha paling mutakhir Samsung untuk membuktikan kepada publik bahwa mereka masih bertaji dalam menghadirkan perangkat yang serbabisa. Kinerjanya optimal, kamera putarnya futuristis, dan seperti biasa, visual layarnya begitu menawan. Akan tetapi, harganya pun mengejutkan. Samsung Galaxy A80 punya banderol Rp9.499.000. Harga yang sangat timpang jika dibandingkan Galaxy A70 yang "hanya" dihargai sekitar lima jutaan. Dengan harga setinggi ini, jangan kaget jika pengguna akan lebih memilih produk dari lini S-Series atau ponsel yang lebih lawas namun masih sangat worth it untuk dimiliki seperti Galaxy Note9. Semoga Anda cerdas memilih.

Galaxy A80 Official TVC: Lip Sync

Spesifikasi Samsung Galaxy A80:

Ukuran Layar6.7 inches
ResolusiFHD+ (1080×2400) Super AMOLED
OS verAndroid 9.0 Pie (One UI)
CPUQualcomm SDM730 Snapdragon 730 (8 nm) Octa core
Kecepatan CPU2x2.2 GHz Kryo 470 Gold & 6x1.8 GHz Kryo 470 Silver
Storage128GB
External StorageNot Supported
RAM8GB
Kamera Utama48MP + 8MP + 3D Depth
Kamera Depan48MP + 8MP + 3D Depth
Battery3700 mAh
Dimensi165.2 x 76.5 x 9.3 mm
WarnaPhantom Black, Ghost White, Angel Gold
Produk Terkait

Samsung Galaxy A80

Harga termurah di Indonesia Rp 7.075.000