01/07/2019

10 Busana Pernikahan Tradisional yang Akan Membuat Siapa Pun Jatuh Hati

Pernikahan dan adat istiadat di Indonesia seakan tak bisa dipisahkan. Bagi kamu yang sedang merencanakan pernikahan, 10 inspirasi busana pernikahan tradisional ini boleh banget untuk dilirik.

Indonesia merupakan salah satu kepulauan terbesar di dunia, dan hal tersebut menjadikan munculnya keanekaragaman tak hanya pada cara bertahan hidup, bahasa, tapi juga busana pernikahan adat. Masing-masing daerah memiliki busana pernikahan adat yang unik dan khas. Ditambah lagi perhiasan, aksesoris, dan riasan yang mengiringi upacara pernikahan adat tersebut.

Di artikel ini, kami akan membahas 10 busana pernikahan tradisional Indonesia yang pastinya akan membuatmu dan pasangan jatuh hati. Selain itu, inspirasi ini juga akan membantumu dalam mendapatkan gambaran akan seperti apa busana pernikahan tradisionalmu nantinya.

1. Adat Minang dengan Suntiang Gadang atau Tikuluak Talakuang yang selalu jadi ciri khas

Bagi kamu yang ingin memadukan konsep tradisional Minang dan kebaya, gaya Acha Septriasa bisa banget ditiru. Ibu satu anak yang kini menetap di Australia ini memadukan kebaya berwarna biru muda dan bawahan berupa kain tenun dengan Suntiang Gadang berwarna perak.

Tapi kalau kamu ingin suasana dan temanya lebih semarak, busana adat ala mantan penyanyi cilik, Chikita Meidy, bisa jadi salah satu inspirasi. Ia memilih warna merah dan gold untuk keseluruhan busananya dan ditambahkan dengan Suntiang Gadang yang juga berwarna gold.

Sementara itu, bagi kamu yang ingin menutup aurat dengan tetap menggunakan busana adat Minang, inspirasi dari Teteh Bella wajib masuk dalam wishlist. Dengan busana ini, kamu juga bisa tampil couple bersama calon suami.

Inspirasi lainnya datang dari pasangan yang baru saja menikah di bulan April 2019, yakni Ammar Zoni dan Irish Bella. Wanita berdarah Indonesia-Belgia ini terlihat cantik dalam busana penganting Minang berwarna biru tosca muda, senada dengan yang dikenakan oleh Ammar.

2. Adat Sunda yang identik dengan siger dan konsep sanggul yang siap curi perhatian

Putih adalah warna paling aman untuk diterapkan pada gaun maupun kebaya. Biasanya gaun atau kebaya putih dikenakan untuk memasuki ruang akad atau pemberkatan. Nuansa adat Sunda dengan warna serba putih, seperti yang dikenakan Poppy Sovia dan Erica Putri, bisa jadi inspirasi. Padukan dengan makeup yang fresh tapi natural.

Poppy Sovia

Erica Putri

Memasuki resepsi, saatnya untuk memukau para tamu undangan. Siapa bilang warna hitam nggak bisa dipakai waktu pernikahan? Buktinya Baby Margaretha yang biasa tampil glamor terlihat anggun dan elegan dengan hiasan siger dan gaun berwarna hitam yang dikombinasi dengan warna krem.

Dalam balutan kebaya modern bernuansa gold karya Anne Avantie, Karina Salim terlihat begitu elegan, mewah, sekaligus cantik dengan tetap berhiaskan siger di kepala. Untuk menegaskan kesan 'emas', mantan model Sunsilk ini juga mengaplikasikan warna gold di riasan mata.

3. Meski prosesinya panjang, mengenakan busana penganti adat Batak memberikan kebanggaan tersendiri

Berbicara tentang adat Batak, ada beragam suku yang mendiami wilayah ini, misalnya Batak Mandailing, Batak Pakpak, dan Batak Toba. Untuk mengadakan acara dan upacara pernikahan, banyak langkah dan prosesi yang dibutuhkan. Salah satu yang harus dipersiapkan dengan baik oleh kedua calon mempelai adalah baju pernikahan.

Umumnya Sortali (ikat kepala) berwarna merah dan kuning keemasan. Agar terlihat serasi, kamu bisa mengenakan kebaya merah serupa dengan yang dikenakan Momo Geisha. Untaian melati juga membuat tampak lebih anggun dan cantik.

Kalau kamu merasa warna merah terlalu 'berani', Sortali juga bisa dipadupadankan dengan kebaya putih, emas, atau krem, seperti yang dipakai Christy Saura Noela Unu alias Christy eks Cherrybelle. Pada rambutnya juga ditambahkan aksesoris mawar yang pasti akan membuatmu terlihat menawan.

Kebaya warna putih dan Bulang (aksesoris di kepala) akan menjadi perpaduan yang manis di hari bahagiamu. Layaknya busana adat yang dikenakan Zivanna Letisha, kamu bisa memakainya di acara akad atau pemberkatan.

Dilanjutkan dengan acara resepsi yang meriah, kombinasi busana pengantin Batak ala Kahiyang dan Bobby Nasution, yakni nuansa emas dan hijau, bisa membuat kalian berdua tampil serasi. Terlebih lagi baju godang yang dipakai Bobby mengusung nuansa emas yang sangat pas dengan ampu berwarna hitam dan gold.

4. Adat Palembang dengan unsur emas pada busana dan aksesoris kepalanya

Kota yang terkenal akan makanan khas pempek ini memiliki pakaian adat bernama Aesan, yang terbagi dalam dua jenis, yakni Aesan Paksangko dan Aesan Gede. Adapun kedua pakaian adat ini sama-sama melambangkan kejayaan dan kemegahan kerajaan Sriwijaya di masa lalu. Baik Aesan Paksangko maupun Aesan Gede, keduanya masih digunakan hingga sekarang untuk upacara pernikahan.

Busana pengantin adat Palembang identik dengan nuansa emas yang dapat terlihat dengan jelas di pakaian dan juga aksesoris kepala. Meski demikian, Anissa Aziza mencoba untuk tampil 'kalem' pada waktu pernikahannya bersama Raditya Dika di tahun 2018 lalu. Meski masih ada unsur emas, terlebih di aksesoris kepalanya, Anissa memilih warna biru muda yang manis.

Kamu juga bisa memilih kombinasi warna merah muda dan emas, seperti yang dilakukan oleh pasangan Putri Titian dan Junior Liem. Dijamin kamu bakal terlihat bak putri raja dalam sehari!

(catatan: gambar diambil dari sanggar yang digunakan oleh Putri Titian waktu pernikahan)

Perpaduan warna lain yang juga tak kalah unik dan meriahnya adalah merah dan emas. Pasangan Chaca Thakya dan Ricky Perdana yang menikah di tahun 2016 terlihat begitu mewah dan anggun. Mungkin kamu juga ingin mengikuti jejak pasangan selebriti yang satu ini?

5. Adat Bugis yang tak bisa lepas dari baju Bodo

Saking besar dan luasnya Indonesia, setiap daerah punya ciri khas dan keunikannya masing-masing, terlebih dalam busana adatnya. Suku Bugis Makassar, misalnya, memiliki baju Bodo yang bisa dipakai di hari pernikahan. Baju Bodo umumnya berlengan pendek dan berbentuk segi empat. Menurut info, baju Bodo merupakan salah satu pakaian adat paling tua di dunia. Wah, kamu yang orang Bugis wajib berbangga dong!

Baju Bodo warna hijau tua seperti yang dikenakan seleb FTV Fita Anggriani ini bisa kamu contek untuk hari pernikahanmu. Aksesoris kepala bahkan kalung dan gelang yang semuanya serba emas seakan menciptakan perpaduan yang pas dengan warna hijau yang diusungnya.

Atau ingin memakai baju Bodo di akad atau pemberkatan? Bisa banget! Pilih baju Bodo berwarna putih dan kamu dan pasangan akan terlihat suci dan elegan. Nuansa emas yang dihadirkan aksesoris dan juga perhiasan akan menjadi penyeimbang yang pas di hari sucimu.

Merah dan emas memang kombinasi paling ciamik dalam urusan 'kemewahan' dan tampilan bak pasangan kerajaan. Lihat saja busana pengantin yang dikenakan pebalap Alexandra Asma. Cantik banget, kan? Tapi juga nggak berlebihan. Semuanya terlihat begitu sempurna.

6. Adat Jawa yang berbeda antara Yogyakarta dan Solo

Sama seperti adat Batak, mengulas busana pernikahan adat Jawa tidak dapat digeneralisir begitu saja. Ada dua hal yang membedakan busana adat pengantin Solo dan Yogyakarta. Pada upacara adat pernikahan Yogyakarta, mempelai wanita akan dihias dengan Paes Ageng yang berciri khas lebih runcing. Biasanya akan disertai Jogja Kanigaran atau basahan Jogja. Untuk Paes Ageng-nya, bisa kamu lihat pada contoh riasan adik dari Nagita Slavina, yaitu Caca Tengker.

Sedangkan bentuk busana Jogja Kanigaran seperti yang dikenakan oleh aktris FTV Adhitya Putri sewaktu mengikuti resepsi pernikahannya dengan Ridwan Ghany. Busana ini sangat pas bagi kamu yang mengenakan hijab karena tertutup dari atas hingga bawah.

Solo basahan, di sisi lain, memiliki identitas pada jarik (kemben) yang dikenakan. Melalui jarik inilah, kebudayaan nenek moyang warga Solo dapat dilestarikan. Selain itu, bentuk paesnya pun melengkung atau berbentuk kurva. Beda, bukan, dengan Paes Ageng Yogyakarta?

Tapi kalau kamu mau memadukan unsur Jawa dan modern, sangat bisa dilakukan. Dwinda Ratna, misalnya, tetap mengenakan kebaya lengkap dengan sanggul serta hiasan di kepala dan bunga melati yang menjuntai, tapi tanpa goresan paes.

7. Busana pengantin adat Bali dengan segala kemeriahannya

Busana pengantin adat Bali juga menggambarkan keanggunan, keeleganan, dan kegagahan dalam setiap sisi. Bahkan kini busana pengantin wanitanya telah diberi sentuhan modern sehingga semakin identik dengan perkembangan zaman tapi tidak meninggalkan adat dan istiadat budaya Bali.

Untuk busana pengantin yang masih sarat akan nuansa Bali, kamu bisa berpatokan pada pakaian yang dikenakan mantan anggota girl group Teenebelle, Livia Ramadhanty. Berhiaskan mahkota keemasan yang besar beserta baju adat dan aksesoris, Livia begitu 'berbaur' dengan adat istiadat setempat.

Padukan kebaya Bali berwarna putih atau warna apa pun yang kamu sukai dan songket yang sesuai untuk menciptakan kesan modern. Nuansa Bali akan tetap ada dengan penggunaan mahkota.

8. Busana pengantin adat Betawi yang memancarkan aura menawan di hari sakral

Salah satu upacara adat yang juga sering dilakukan untuk selebrasi pernikahan adalah dengan menggunakan adat Betawi. Keunikan yang paling jelas terlihat dari acara adat ini adalah dua pihak keluarga yang saling berbalas pantun. Selain itu, busana pengantin yang terbilang tidak biasa dengan aksesoris Burung Hong dan Siangko Cadar yang menutupi wajah.

Kecantikan wanita Betawi semakin menawan dan berseri dengan sanggul tinggi yang disebut Sanggul Buatun. Terlebih lagi gaya rambut ini dipertegas dengan aksesoris Burung Hong berwarna keperakan dan Siangko Cadar bernuansa emas – perpaduan yang cocok bilamana kamu mengenakan baju adat Betawi dengan kombinasi warna merah dan emas.

Alternatif lain adalah dengan mengenakan kebaya berwarna biru dongker atau biru navy. Sementara itu, untuk aksesoris kepalanya pilihlah yang berwarna silver. Kali ini kemewahaan benar-benar terpancar dari auramu.

9. Busana pengantin adat Lampung yang tak mengalami banyak perubahan

Mahkota yang kerap dikenakan baik oleh pengantin pria maupun wanita merupakan ciri khas busana pernikahan adat Lampung. Penggunaan aksesoris tersebut untuk mencerminkan kearifan lokal serta nilai-nilai estetika yang selalu dijunjung oleh masyarakat Lampung. Karena itulah, busana pengantin adat Lampung tidak mengalami banyak modernisasi.

Hanya saja, tidak menutup kemungkinan bagi kamu sebagai calon pengantin untuk berkreasi dengan baju pengantinnya. Misalnya, untuk akad, kamu bisa mengenakan kebaya putih yang dipadukan dengan songket bernuansa keemasan.

Punya darah Jawa dan juga Lampung? Kamu bisa mencontek gaya pengantin yang memadukan kebaya Jawa dengan aksesoris dan perhiasan pernikahan adat Lampung.

10. Adat Rote Ndao (Nusa Tenggara Timur) dengan riasan kepala khusus dan unik bagi pria dan wanita

Dari bagian timur Indonesia, terdapat busana pengantin adat Rote Ndao (Nusa Tenggara Timur) yang sangat khas dengan topi Ti'i Langga (untuk pria) dan Bula Molik yang menyerupai bulan sabit (untuk kepala wanita). Adapun pengantin wanita memakai tenun dengan model kemben yang ditambahkan dengan detail serta aksesoris berupa selempang, sarung, ikat pinggang dari emas atau perak, dan Habas yang dikenakan di leher. Sementara itu, pengantin pria mengenakan kemeja untuk atasan, selimut yang disampirkan di bahu kanan dan dililitkan di pinggang, dan Habas pada leher.

Bagaimana? Makin sayang kan sama Indonesia? Ayo lestarikan budaya sendiri dengan tetap mempertahankan pernikahan tradisional daerahmu.