30/04/2020

Ini yang Terjadi di Bidang Fashion Akibat COVID-19

Karena penyebaran wabah COVID-19 yang semakin meluas, dunia fashion pun turut mengalami perubahan. Apa yang kini sedang terjadi? Dan bagaimana perkembangannya ke depan?

Tak bisa disangkal kalau wabah COVID-19 memengaruhi aktivitas normal masyarakat dari berbagai penjuru dunia. Orang-orang yang tadinya bekerja di kantor kini harus bekerja dari rumah. Anak-anak sekolah pun harus menjalani pelajaran via aplikasi video call. Tak hanya itu, pusat perbelanjaan pun mulai membatasi jam kunjung serta jumlah pengunjung. Satuan keamanan hingga polisi turut "menertibkan" masyarakat yang masih kedapatan nongkrong. Hal ini dilakukan demi memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

COVID-19 memberi pukulan yang cukup hebat hampir di semua sektor, tak terkecuali bidang fashion atau gaya busana. Berbagai acara atau event terkait dibatalkan sampai pada batas waktu yang belum ditentukan. Di samping itu, toko pakaian dan juga retailer terpaksa harus menekan biaya produksi karena kondisi sekarang ini tidak stabil. Sekali lagi, COVID-19 benar-benar membuat semua sektor dan bidang hampir terpuruk.

Meskipun untuk sementara waktu tidak memproduksi barang-barang fashion yang mengikuti trend, retailer hingga rumah butik internasional ternama mengubah usahanya menjadi "pabrik" atau tempat yang memproduksi alat-alat kesehatan yang dibutuhkan selama masa pandemik, seperti masker wajah dan APD. Tak hanya itu, orang-orang penting dalam fashion house dunia juga mendonasikan sejumlah uang untuk membantu rumah sakit dan tenaga medis, seperti yang dilakukan oleh Donatella Versace, Jimmy Choo, dan Michael Kors. Beberapa brand juga mengkampanyekan untuk tetap semangat, tetap sehat, dan di rumah saja melalui platform media sosial mereka.

Salah satu kabar paling baru yang berembus cukup baik adalah pendanaan yang diberikan Burberry kepada pihak Universitas Oxford. Pendanaan ini ditujukan untuk mendukung riset vaksin COVID-19. Burberry juga termasuk dalam salah satu rumah mode yang mengubah rumah produksinya yang berlokasi di Yorkshire menjadi tmpat untuk membuat masker operasi, masker umum, dan APD.

Apabila Burberry berfokus pada alat kedokteran dan dana riset, maka Supreme New York membuat kaos COVID-19 Relief Box Logo Tee yang akan dirilis terbatas pada tangga 24 April 2020 karena hanya dapat dibeli online di area Amerika Serikat dan Kanada. Uang dari hasil penjualan kaos ini akan disumbangkan kepada para remaja dan juga keluarga yang tidak punya rumah atau tempat tinggal selama masa pandemik COVID-19. Kaos ini memiliki desain yang cukup unik dan dibuat satu-satunya oleh seniman Jepang, Takashi Murakami.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sejumlah event fashion penting harus dibatalkan karena penyebaran virus ini, dan salah satunya adalah Paris Fashion Week. Pagelaran busana internasional yang selalu dilakukan setiap tahun harus dibatalkan. Namun, tidak demikian dengan London Fashion Week. Fashion show ini tetap dilangsungkan, tetapi digelar secara online. Dalam acara ini, akan ada perpaduan antara pakaian pria dan wanita untuk menciptakan busana yang netral dan diharapkan bisa dikenakan oleh semua gender. Nantinya London Fashion Week akan diisi oleh workshop, presentasi, dan juga talkshow.

Sebagian besar masyarakat kini harus berdiam diri di rumah. Pasti ada saat-saat rasa bosan melanda. Nah, agar tetap kreatif dan produktif, brand-brand fashion memiliki berbagai kampanye yang cukup unik dan menarik. JW Anderson, misalnya, membuat video sesi tanya jawab di akun Instagramnya. Melalui video ini, followernya memiliki kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada rekan-rekan JW Anderson.

Lacoste juga memanfaatkan platform media sosial untuk mmbuat followernya tetap kreatif dan produktif selama di rumah. Dengan hashtag #CrocoDraw, brand ini meminta para pengikutnya untuk membuat desain buaya yang jadi ikonnya sebagus mungkin dan seunik mungkin. Bagi yang beruntung akan mendapatkan sejumlah uang.

Terakhir, ada brand Kenzo yang juga, lagi-lagi, menggunakan Instagram untuk menyebarkan kampanye positif #stayhomewithKENZO. Fashion brand ini merilis program mingguan yang live di Instagram, yang diisi dengan musik, workshop kreatif, dan talkshow.

COVID-19 memang "menghentikan" kegiatan dan aktivitas normal kita untuk sementara. Namun, bukan berarti tidak ada kesempatan sama sekali untuk berbuat baik dan juga memupuk kreativitas selama masa karantina. Brand-brand fashion dunia melihat peluang dan kesempatan di balik wabah ini, yaitu dengan tetap mengadakan fashion show online, membuat kampanye di rumah saja, dan mengumpulkan dana.