05/07/2019

Kebaya Pertiwi, Karya Cinta Anne Avantie untuk Pramugari Garuda Indonesia

Pramugari maskapai Garuda Indonesia memiliki seragam baru berupa Kebaya Pertiwi yang didesain secara khusus oleh Anne Avantie.

Ada yang spesial dari penerbangan GA 238 dengan rute Jakarta-Semarang yang dilakukan pada tanggal 3 Juli 2019. Selain tajuk penerbangan Kebaya Pertiwi Special Flight, seluruh pramugarinya berseragamkan kebaya yang secara khusus dirancang oleh desainer kondang tanah air yang tak lain dan tak bukan adalah Anne Avantie.

Terakhir kali awak kabin perempuan Garuda berseragamkan kebaya adalah tahun 1980an. Waktu itu kebaya yang digunakan berwarna salem yang dikombinasikan dengan bawahan berupa kan batik. Berselang tiga puluh tahun kemudian, desainer Anne Avantie yang terkenal dengan rancangan kebayanya yang menawan, megah, dan mewah ditunjuk untuk membuat kebaya yang mampu menonjolkan karakter dan kepribadian perempuan Indonesia. Seragam kebaya ini disebut Kebaya Pertiwi.

Menurut Ari Askhara selalu Direktur Utama Garuda Indonesia, penerbangan bertajuk Kebaya Pertiwi Special Flight menjadi upaya dari Garuda untuk menjaga, mempertahankan, dan melestarikan kebaya sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia dan telah menjadi identitas perempuan Indonesia sejak zaman dulu hingga saat ini. Selain itu, kebaya memiliki berbagai macam motif yang punya banyak nilai moral kehidupan.

Umumnya kebaya dikombinasikan dengan kain atau sarung untuk penggunaan sehari-hari. Namun, rupanya Anne Avantie ingin membuat sesuatu yang berbeda, yakni kebaya berbahan brokat yang dikombinasikan dengan kain batik bermotif floral sebagai bawahannya. Pengerjaan seragam kebaya ini dinilai cukup cepat, yaitu dua bulan. Bahkan sama sekali tak ada revisi-revisi yang memakan waktu. Awalnya seragam ini hendak diluncurkan pada bulan April bertepatan dengan peringatan Kartini. Hanya saja, niat tersebut baru bisa dilaksanakan pada tanggal 3 Juli lalu.

Kebaya Pertiwi ini memiliki warna lavender yang merepresentasikan kelembutan pramugari Garuda ketika melayani penumpang. Kebaya ini juga dilengkapi dengan obi atau ikat pinggang. Penambahan detail ini sekilas membuat seragam kebaya berasal dari Bali, padahal obi merupakan selendang sampur yang cukup terkenal di kalangan wanita Jawa dan kerap dipakai oleh para penari. Penari Jawa memiliki gerak-gerik yang lembut saat menari dan hal ini yang ingin direpresentasikan Anne Avantie dalam desain kebayanya. Adapun bordir kembang setaman dijadikan material utama untuk kebaya. Selain kelembutan, kewibawaan para srikandi Garuda Indonesia juga berusaha digambarkan Anne Avantie dalam kain batik gelitik buketan yang jadi bawahannya.

Kebaya Pertiwi tidak hanya terbatas pada penerbangan GA 238 dengan rute Jakarta-Semarang saja. Rencanaya kebaya bernuansa ungu muda ini juga akan dikenakan pada penerbangan domestik dan internasional. Maka dari itu, Anne Avantie berharap pemakaian kebaya ini bisa menjadi salah satu sarana terbaik untuk memperkenalkan kebudayaan dan keindahan negeri Indonesia.