02/09/2019

Kena Kecaman, Nama Merek Pakaian Dalam Kim Kardashian Akhirnya Diganti

Setelah sebelumnya mendulang kontroversi karena melecehkan suatu budaya, Kim Kardashian akkhirnya mengganti nama merek pakaian dalamnya.

Kim Kardashian akhirnya mengganti nama merek pakaian dalamnya menjadi SKIMS setelah nama sebelumnya, Kimono, mendulang protes dari masyarakat dan pengguna media sosial di Jepang. Melalui akun resmi Instagram-nya, Kim mengumumkan bahwa SKIMS akan diluncurkan pada tanggal 10 September. Pakaian dalam yang ia buat ini akan memiliki berbagai ukuran, mulai dari XXS-5XL.

Melalui postingan yang sama, istri dari Kanye West ini juga menyebutkan beberapa keunggulan dari pakaian dalamnya. SKIMS memiliki sejumlah warna yang dapat disesuaikan dengan tone kulit seorang wanita. Materialnya juga lembut serta dapat menyesuaikan dengan bentuk tubuh wanita. Bahkan lekuk terbaikmu dapat ditonjolkan atau dipertegas dengan sempurna. Kim Kardashian menyatakan bahwa SKIMS dipertuntukkan bagi semua wanita.

Tepatnya pada bulan Juli 2019, Wali Kota Kyoto, Daisaku Kadokawa, menuliskan surat terbuka bagi Kim Kardashian. Dalam surat tersebut, ia menyatakan kekecewaannya karena pencatutan nama Kimono yang tidak sesuai dengan nilai kebudayaan dan kehidupan masyarakat Jepang pada umumnya dan Kyoto secara khusus. Ia bahkan mengundang Kim untuk berkunjung ke Kyoto dan melihat secara langsung bagaimana penggunaan kimono dalam kehidupan mereka.

"Kami mengenakan kimono utuk mengucap syukur atas kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan anak-anak kami, merayakan pertunangan, pernikahan, kelulusan, bahkan kematian," ujar salah satu wanita Jepang bernama Yuka Ohishi kepada BBC dalam suatu kesempatan. "Kimono dipakai setiap tahun dan diwariskan secara turun-temurun dalam keluarga dan generasi kami."

Lebih lanjut lagi Ohishi mengatakan bahwa merek pakaian dalam Kim Kardashian sama sekali tidak merepresentasikan kimono. Kemungkinan besar Kim menggunakan nama 'kimono' karena ada kata 'kim' di dalamnnya. Menurut Ohishi, Kim Kardashian sama sekali tidak menghargai dan menghormati arti kimono dalam kebudayaan Jepang.

Kimono sendiri merupakan pakaian tradisional Jepang yang identik dengan tali untuk mengikatkan dan mengencangkan dua sisi pakaian tersebut. Sejak abad ke-15 hingga sekarang, kimono sudah jadi bagian penting dalam identitas dan kebudayaan masyarakat Jepang. Oleh karena itu, pakaian ini kerap dikenakan dalam acara-acara khusus.