28/04/2020

160.000 Akun Pengguna Nintendo Diretas, Ini Langkah Antisipatif Nintendo Agar Kejadian Tidak Terulang

Dalam investigasinya, Nintendo mengemukakan bahwa data-data pribadi para pengguna telah terekspos oleh sang pelaku. Selain itu, pelaku juga diketahui telah melakukan sejumlah transaksi digital yang merugikan para korban.

Kabar kurang sedap berembus dari perusahaan video game asal Jepang, Nintendo. Diinformasikan bahwa ada lebih dari 160.000 akun Nintendo yang telah diretas.

Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Nintendo usai mendapat laporan banyak pengguna yang mengeluhkan hal ini. Adapun kejadian ini menimpa pengguna di berbagai regional, termasuk Amerika Utara, Asia, hingga Afrika Selatan.

Terjemahan Google Translate dari Bahasa Jepang ke Inggris

Untuk meredam aksi sang pelaku, Nintendo telah menonaktifkan metode login via Nintendo Network ID (NNID). Konon, melalui jalur inilah sang pelaku paling banyak menjaring korban. NNID adalah sistem akun yang dahulu dipakai pada platform Nintendo 3DS dan Nintendo Wii U.

Namun, banyak pengguna lama yang memilih untuk menghubungkan akun tersebut pada konsol paling baru, Nintendo Switch.

Akun Nintendo yang terdampak pembajakan kemungkinan telah dirampas data-data pribadinya. Ini meliputi nama panggilan, tanggal lahir, asal negara, hingga alamat email pengguna. Bahkan, beberapa akun yang terasosiasi dengan PayPal telah mengadukan adanya transaksi yang terjadi tanpa sepengetahuan mereka.

Selain menonaktifkan jalur NNID, Nintendo pun telah melakukan berbagai cara untuk mengantisipasi terjadinya kembali kasus ini. Kali ini Nintendo telah merekomendasikan semua pengguna untuk mengaktifkan otentikasi dua faktor. Kata sandi semua akun yang kena retas juga diminta untuk segera diatur ulang (reset).

Selain itu, para korban juga akan mendapat pemberitahuan melalui email. Dalam pemberitahuan tersebut, Nintendo juga mengimbau agar pengguna tidak menggunakan kata sandi yang sama untuk akun Nintendo dan NNID. Jika aturan ini tidak digubris, maka saldo dan kartu kredit/PayPal pengguna tidak dapat dipakai untuk berbelanja di My Nintendo Store atau Nintendo eShop.

Nintendo menegaskan bahwa pembajakan ini tidak terjadi pada database maupun server perusahaan. Saat ini Nintendo tengah melakukan investigasi lebih lanjut untuk menangani insiden ini. Nintendo juga telah meminta para pengguna yang diretas untuk menghubungi pihak perusahaan agar mereka dapat memantau riwayat pembelian atau membatalkan pembelian yang terjadi tanpa seizin pengguna.

BACA JUGA: