09/01/2019

Canalys: Pasar Ponsel China Turun 15 Persen Sepanjang Tahun 2018, HUAWEI Masih Terdepan, iPhone Terpuruk

Pangsa pasar smartphone di Tiongkok mengalami penurunan sebanyak 15 persen selama tahun 2018. Hasil ini tentu cukup menimbulkan efek negatif bagi sejumlah brand besar, salah satunya adalah Apple.

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, ponsel asal Tiongkok tampak semakin gencar berekspansi ke sejumlah negara di dunia. Harganya yang kompetitif serta teknologinya yang tak kalah menarik dari prosuk sekelas Apple dan Samsung, membuat ponsel pintar garapan vendor asal Negeri Tirai Bambu tersebut mampu menarik banyak pengguna dalam waktu begitu singkat. Meski begitu, sayangnya pangsa pasar smartphone di negaranya sendiri tahun ini justru kian menyusut.

Penurunan penjualan ponsel di Tiongkok selama tahun 2018 tersebut dilaporkan oleh lembaga riset independen Canalys. Menurut mereka, total penurunan yang terjadi hingga sebesar 15 persen atau setara dengan 18 juta unit dibandingkan pada periode yang sama dimana secara keseluruhan berhasil menembus angka 119 juta unit. Hasil ini tentu cukup menimbulkan efek negatif bagi sejumlah brand besar, salah satunya adalah Apple.

Beberapa waktu lalu CEO Apple Tim Cook bahkan sempat mengklaim jika biang dari minimnya traksi penjualan iPhone terbaru salah satunya disebabkan oleh penurunan perminataan pasar lokal Tiongkok. Pernyataan tersebut kini terbukti dengan jebloknya peringkat Apple di Tiongkok yang hanya mampu menduduki peringkat kelima, dibawah HUAWEI, Vivo, OPPO, dan Xiaomi. Kendati demikian, pabrikan asal Cupertino, Amerika Serikat tersebut masih menjadi jawara untuk urusan besaran margin harga yang dihasilkan.

Dalam laporannya kali ini Canalys juga mengumumkan 10 besar data penjualan smartphone berdasarkan rentang harga jual yang dipatok perusahaan. Pada kategori ini, OPPO dan vivo mampu memunculkan 9 dari 10 varian ponsel dengan 1 ponsel lainnya diisi oleh Xiaomi Redmi 6A. Raihan prestasi diatas tentu tidak terlalu mengejutkan mengingat sebanyak 75 persen dari keseluruhan smartphone produksi Vivo diserap oleh konsumen di Tiongkok. Adapun untuk periode Q3 2018, Vivo Y-series menjadi primadona dengan torehan angka lebih dari 64 persen dari keseluruhan penjualan smartphone.

Di sisi lain, HUAWEI yang masih kukuh di posisi puncak berhasil menempatkan sub-brand mereka, Honor, sebagai lini paling berkembang di pasaran. Sementara varian flagship HUAWEI dibawah seri P dan Mate sedikit banyak masih mengalami kendala terkait masalah produksi yang dialami oleh perusahaan. Sayangnya belum ada data Indonesia, munurut Anda juaranya siapa saja?