01/10/2018

Kolaborasi dengan Qualcomm, Vivo Umumkan Sensor Fingerprint Generasi Ke-4 dan Teknologi Terbarunya!

Akhirnya, Vivo memenuhi janjinya. Produsen smartphone ternama asal China tersebut mengumumkan sensor fingerprint generasi ke-4 yang diklaim 40% lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya. Vivo juga mengumumkan kolaborasinya bersama Qualcomm dengan merilis teknologi bernama DSP Acceleration.

Vivo memiliki teknologi sensor sidik jari terbaru yang dibenamkan di smartphone Vivo X23. Teknologi ini merupakan teknologi sensor fingerprint generasi ke-4 Vivo yang baru-baru ini diumumkan dalam sebuah konferensi yang digelar di China. Vivo mengklaim teknologi sensor sidik jari terbaru tersebut 40% lebih cepat dibandingkan teknologi fingerprint yang tersemat di smartphone Vivo X21. Sensor sidik jari generasi ke-4 Vivo ini mampu membuka kunci smartphone dalam waktu 0.3 detik saja, serta membaca sidik jari di bawah pencahayaan terang. Ya, seperti disebutkan sebelumnya, teknologi sensor sidik jari tersebut saat ini dimiliki Vivo X23, smartphone mid-range Vivo yang dibekali dengan layar Super AMOLED 6.4 inci dan prosesor Snapdragon 670.

Vivo X23

Tidak hanya mengumumkan teknologi sensor sidik jari terbarunya, Vivo juga mengumumkan kolaborasinya bersama produsen chip papan atas Qualcomm dalam proyek bernama DSP Acceleration Technology. Kolaborasi teknologi DSP Acceleration ini dilakukan agar sensor in-display fingerprint bekerja lebih cepat dan lebih baik, dengan tingkat keamanan tinggi.

Menyambut kolaborasi tersebut, Senior Director of Product management Qualcomm, Tim Yates mengungkapkan, teknologi baru ini dibenamkan bersama prosesor Snapdragon 670 yang performanya 1.8x lebih cepat dibandingkab dengan Snapdragon 660. Chipset terbaru besutan Qualcomm ini juga dibekali dengan DSP Hexagon 685 yang menjadi pusat teknologi fingerprint baru ini. Teknologi di chip Snapdragon 670 ini memiliki DSP yang sama dengan prosesor Snapragon 845.

Teknologi DSP ini disebutkan lebih cepat dalam memproses neural dan data sidik jari dibandingkan dengan CPU. Dengan mengalokasikan tugas membuka kunci ponsel melalui sensor fingerprint ke DSP, data diproses lebih cepat yang berarti kunci smartphone terbuka lebih cepat. Sedangkan DSP Hexagon bekerja dengan Trusted Execution Environment Qualcomm di CPU untuk keamanan dan hasilnya adalah DSP Acceleration Technology yang 3x lebih cepat dibandingkan CPU saja yang melakukan tugas tersebut.

Rencananya, Vivo akan memberikan update DSP Acceleration Technology pada Vivo X23 bulan Oktober ini. Teknologi ini akan meningkatkan kecepatan sensor fingerprint membuka kunci ponsel hingga 30%, terutama di suhu rendah dan sidik jari kering atau kondisi langsung di bawah pencahayaan terang.

Untuk mencapai tahap sensor sidik jari generasi terbarunya ini, Vivo telah menempuh serangkaian upaya yang cukup panjang. Vivo telah mengembangkan teknologi in-display fingerprint atau sensor sidik jari di dalam layar sejak tahun lalu di Vivo Xplay 6. Selain itu pihaknya juga telah mengaplikasikan ke lebih dari 140 paten terkait yang membawa Vivo sebagai vendor pelopor di bidang in-display fingerprint. Awal tahun 2018 ini, Vivo juga telah merilis iklan smartphone pertamanya dengan in-display fingerprint, Vivo X20Plus UD. Sedangkan teknologi fingerprint generasi ke-2 diberikan kepada Vivo X21, serta generasi ke-3 dimiliki Vivo NEX S yang memiliki cakupan in-display fingerprint yang 40% lebih akurat dibandingkan generasi sebelumnya. Hingga akhirnya, teknologi sensor fingerprint generasi ke-4 terbaru Vivo dan DSP Technology ini disematkan di Vivo X23. Nah, adakah vendor smartphone lain yang serajin Vivo dalam mengembangkan teknologi sensor fingerprint ini?