11/01/2019

Makin Terpuruk, Apple Kini Mendapat Hantaman "Boykot Informal" Dari Masyarakat China

Situasi buruk yang tengah dihadapi Apple kian meruncing. Mereka harus segera bergerak cepat jika enggan terpuruk berkelanjutan.

Apple memulai kampanye tahun 2019 dengan kondisi yang pincang. Brand asal Cupertino ini dihajar bertubi-tubi problematika. Penjualan trio iPhone teranyar jauh dari kata menggembirakan, nilai saham dan valuasi perusahaan menukik tajam, terakhir soal target pendapatan yang terpaksa harus dipangkas. Para analis berspekulasi bahwa faktor utamanya ada dua: aspek inovasi yang kini tak lagi dijunjung tinggi dan efek domino perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

iPhone XR

Ngomong-ngomong soal China, baru-baru ini Apple mendapat hantaman lanjutan. Ini erat kaitannya dengan perang dagang antar kedua negara adidaya tersebut yang tampaknya kian hari kian mendidih.

Menurut kabar yang kami himpun, ada semacam imbauan tidak resmi dari perusahaan-perusahaan lokal yang mengimbau konsumen China untuk menjauhi produk-produk yang berasal dari Amerika Serikat, salah satunya adalah Apple Inc. Fenomena ini diterjemahkan ke dalam sebuah istilah yang dinamakan "boykot informal".

Ekonom dari Bank of America Merrill Lynch, Ethan Harris dan Aditya Bhave, lewat survei yang mereka susun, menemukan bahwa minat para pengguna smartphone di China dan india untuk meng-upgrade atau memperbarui iPhone lama mereka ke model yang lebih baru, semakin menurun. Konsumen di dua wilayah ini lebih tertarik untuk membeli ponsel baru berlabel Samsung dan Xiaomi.

China sendiri adalah pasar yang sangat potensial bagi Apple untuk meraup keuntungan. Dengan memanasnya perang dagang dan merebaknya sentimen negatif terhadap gawai-gawai mereka seperti ponsel iPhone atau arloji pintar Apple Watch, Apple akan semakin kesulitan untuk merebut kembali posisi mereka sebagai brand paling laris nomor 2 di China yang kini ditempati oleh HUAWEI.

Apple harus segera memutar otak agar kejatuhan mereka tak berlangsung terus-menerus. Pemangkasan harga trio iPhone dinilai sebagai cara paling cepat dan efektif untuk mengurangi beban yang sedang mereka emban. Sembari berharap, di sisi lain, hubungan bilateral antara AS dan China bisa pulih seperti sedia kala.