20/04/2017

Masalah Finansial Menjadi Alasan LeEco Gagal di Amerika

LeEco telah masuk ke pasar Amerika 2016 lalu, dengan mengandalkan smartphone spesifikasi tinggi dengan harga terjangkau seperti LeEco Le Pro3 dan Le Eco Le S3 ecophone yang diprediksi dapat bersaing dengan Apple maupun Samsung. Serta merancang mobil listrik pintar LeSee yang dianggap mampu bersaing dengan mobil listrik buatan Tesla.

LeEco merupakan perusahaan smartphones asal Cina yang dijalankan oleh Yueting Jia. Berambisi untuk menaklukan pasar Amerika, LeEco ekspasnsi secara agresif dengan menghabiskan $250 juta untuk membeli fasilitas dari Yahoo. Dan juga berencana untuk membeli Brand TV harga terjangkau Vizio sebesar $2 miliar. Selain itu LeEco juga berhasil merekrut eksekutif dari perusahaan ternama seperti Google, Samsung dan lainnya untuk melancarkan ambisi LeEco.

Kepercayaan diri LeEco untuk memasukin pasar Amerika didukung dengan produk smartphone andalan mereka seperti LeEco Le Pro3 dengan harga kisaran $349 atau sekitar Rp. 4 Juta-an, smartphone dengan dukungan layar 5.5 inci FHD display kamera belakang 16 MP dan 8MP untuk kamera depan, serta kapasitas baterai sebesar 4070 mAh. dan Le S3 ecophone dengan harga berkisar $199 atau setara dengan Rp. 2,5 juta. Le S3 ecophone didukung dengan layar 5,5 inci dengan display Gorilla Glass3 dan dukungan prosesor Qualcomm Snapdragon 652, kapasitas memori internal sebesar 32GB dan RAM sebesar 3GB dengan dukungan kapasitas baterai sebesar 3000mAh. Kemudian LeEco juga mengembangkan mobil listrik pintarnya LeSee yang diprediksi akan menjadi pesaing utama mobil listrik asal Amerika Tesla. Namun mobil listrik pintar LeSee ini gagal diperkenalkan pada acara konferensi pers LeEco.

Ambisi ekspansi ini memberikan dampak buruk bagi LeEco, biaya perusahaan yang terus meningkat dan jumlah penjualan smartphone LeEco Le Pro 3 dan Le S3 ecophone ini gagal memenuhi target. Laporan dari Bloomberg mengatakan, penghasilan LeEco di AS kurang dari $15 Juta atau setara Rp. 200 Miliar. Hal ini memaksakan LeEco untuk memberhentikan karyawannya dan mengevaluasi kembali strategi bisnis mereka. Dampak ini juga membuat top eksekutif LeEco-pun mengundurkan diri dan semakin memperburuk keadaaan LeEco sekarang ini. Kisah LeEco ini menambah daftar vendor asal Cina seperti Xiaomi dan Huawei yang gagal menaklukan pasar Amerika.