06/02/2019

Render Konsep 3D Motorola RAZR 2019 Telah Diumumkan, Selaras Dengan Paten yang Terumbar

Konsep desainnya tidak seradikal smartphone lipat pabrikan lain, tapi nilai nostalgia ponsel ini jelas tak boleh disepelekan.

Rumor seputar ponsel lipat klasik yang akan bangkit dalam versi daur ulang modern, Motorola RAZR 2019, makin berembus kencang. Jika Anda penasaran akan seperti wujud perangkat berlumur nostalgia ini, bocoran render berikut bisa jadi gambarannya.

Ya, seperti inilah perkiraan Motorola RAZR 2019. Saat terlipat, bentuknya tampak kaku dan menyiku. Pada panel depan ini terdapat layar sekunder yang akan menampilkan informasi terkait tanggal harian dan notifikasi. Cara kerjanya mungkin mirip dengan Always-On display milik Samsung yang akan terus menyala secara konstan tanpa menguras baterai secara serampangan. Tepat di bagian bawahnya terdapat kamera utama dengan sinar LED. Sensor sidik jari diletakkan di panel belakang bagian bawah.

Begitu layar dbuka, Anda akan dibuat takjub oleh bentuknya yang indah yang dipermanis oleh wallpaper abstrak. Terdapat notch pada bagian atasnya, meski dalam desain ini tak disinggung keberadaan kamera selfie. Layarnya melengkung dengan rasio aspek 19:8. Selebihnya, tidak ada tombol daya dan tombol volume pada perangkat ini.

Tak perlu khawatir akan mengurangi kesan estetis, karena engsel ponsel ini benar-benar tak akan terlihat saat sedang terbuka. Bezel bawahnya mungkin terlalu panjang, tapi dengan dimensi setinggi itu, justru telapak pengguna akan dibuat lebih nyaman.

Gambar render 3D ini adalah buah karya Sarang Sheth dari Yanko Design, majalah online yang berkecimpung dalam bidang desain. Konsep ini bukan semata berasal dari imajinasi liar para perancangnya, tapi tetap berpatokan pada paten desain yang telah mengemuka sebelumnya.

Spesifikasi Motorola RAZR 2019 sama sekali belum terungkap. Tapi calon pembeli pasti berharap agar perangkat ini tetap hadir dengan komponen terbaik seperti cip Snapdragon 855, sensor kamera yang andal, serta sederet fitur-fitur pelengkap ponsel lipat yang ramah pengguna.

Perlu Anda ketahui bahwa edisi ini terbilang sebagai gelombang awal tren smartphone lipat. Oleh karena itu, desain dan software penunjangnya belum akan sempurna seperti yang kita impikan. Estimasi harganya saja mencapai USD 1,500 atau sekitar Rp21 jutaan. Begitu pula dengan ketersediaannya yang hanya dibatasi di wilayah Amerika Serikat saja, itu pun lewat kontrak ekslusif dengan Verizon. Dalam rangka uji akseptansi publik ini, Motorola RAZR 2019 hanya akan diproduksi sebanyak 200.000 unit saja.

Jadi, kapan sekiranya smartphone lipat ini akan mulai dijual? Lagi-lagi belum ada informasi soal ini. Akan segera kami kabari begitu mendapat laporan terkini.