16/09/2020

Tak Mau Kalah Dari TikTok, YouTube Rilis Fitur Baru Bernama Shorts di India!

Mengikuti langkah Instagram lewat Reels, YouTube meluncurkan fitur baru bernama 'Shorts' yang ditujukan sebagai rival untuk aplikasi TikTok. Apakah Shorts bisa menyaingi kesuksesan TikTok?

Setelah sejak April lalu menjadi topik perbincangan, pekan ini, YouTube secara resmi meluncurkan fitur terbarunya bernama Shorts yaitu fitur yang mengizinkan pengguna untuk membuat video pendek dalam durasi kurang lebih 15 detik serupa dengan aplikasi berbagi video singkat TikTok.

Saat ini, fitur Shorts sendiri baru dirilis versi betanya dan hanya tersedia di negara India saja. Lewat Shorts, pengguna dapat menyatukan aneka ragam klip video serta menambahkan musik hingga memberi efek tertentu seperti Slow Motion.

Pihak YouTube mengungkapkan bahwa Shorts memungkinkan pengguna untuk mengakses perpustakaan musik YouTube yang menyediakan hingga 100.000 trek lagu berlisensi. Selanjutnya, YouTube berjanji akan segera bekerja sama dengan pemusik, label, dan penerbit agar bisa menghadirkan lebih banyak konten dalam Shorts.

Terlepas dari itu, sejumlah fitur dan sistem dalam YouTube Shorts pun ditemukan mirip dengan TikTok. Misalnya, multi segmen kamera yang berfungsi untuk menggabungkan berbagai klip video menjadi satu yang juga turut ditiru oleh Instagram Reels.

Tidak kalah menarik, YouTube juga dikabarkan sedang mempersiapkan tampilan antarmuka baru khusus Shorts dimana memungkinkan penggunanya untuk menggeser layar dari atas ke bawah untuk berganti video Shorts yang lagi-lagi memiliki sistem serupa TikTok.

Melalui blog resminya, YouTube menyampaikan Shorts ditujukan bagi para kreator dan artis yang ingin membuat video dalam durasi singkat melalui smartphonenya. Sementara itu, perusahaan yang bermarkas di Amerika Serikat ini juga berjanji akan segera meluncurkan Shorts secara global.

Peluncuran Shorts di India pun dianggap sebagai strategi utama YouTube dalam mengambil pangsa pasar terbesar China lantaran saat ini kedua negara tersebut tengah bertikai akibat konflik perbatasan wilayah.

Dampak konflik tersebut pun membuat ratusan aplikasi dan perangkat gawai asal China dilarang beredar di wilayah India dengan alasan mengancam keamanan dan data privasi para pengguna di India.

Kemunculan YouTube Shorts tentu membuat persaingan platform berorientasi pengguna menjadi semakin panas dan sengit. Dan bukan hal yang mustahil bagi YouTube untuk merebut pengguna TikTok di Amerika Serikat mengingat YouTube memiliki lebih dari 2 miliar pengguna dari seluruh dunia.