15/03/2019

Tempati Rangking ke-11, Xiaomi Ungguli HUAWEI dan Qualcomm dalam Paten AI atau Kecerdasan Buatan

Xiaomi dikabarkan naik posisi ke rangking 11 di dunia dalam bidang aplikasi AI (Artificial Intelligence / kecerdasan buatan). Peringkat ke-11 tersebut naik dari posisi ke-85 dalam setahun, di mana dalam 12 bulan terakhir Xiaomi telah menerapkan 684 aplikasi paten AI, bahkan mengalahkan HUAWEI dan Qualcomm.

Kenyataan di lapangan membuktikan bahwa produsen smartphone harus bisa fokus juga pada penelitian dan pengembangan produk agar dapat terus bertahan di persaingan. Contohnya, Xiaomi yang terus berinovasi untuk meningkatkan performa perangkatnya. Disebutkan dalam 12 bulan terakhir Xiaomi telah mengukir prestasi yakni berhasil menerapkan 684 aplikasi paten di bidang AI, dengan hasil kini Xiaomi menduduki peringkat ke-11 di dunia, mengunggguli HUAWEI dan Qualcomm.

Prestasi Xioami tersebut diungkapkan oleh Cui Baoqiu selaku ketua Komite Teknis Xiaomi via Weibo. Bahkan kepada CEO Lei Jun juga mengucapkan selamat kepada departemen AI Xiaomi. Cui Baoqiu sendiri adalah seorang ahli AI yang telah membuktikan keahliannya di IBM, Yahoo, LinkedIn dan kini secara aktif memimpin Departemen AI Xiaomi.

Diterjemahkan ke bahasa Inggris via Google Translate

Data resmi juga menunjukkan bahwa Xiaomi berada di urutan kedua di samping Baidu dalam peringkat perusahaan domestik. Dalam lima tahun ke depan Xiaomi ingin menginvestasikan CNY 10 miliar untuk menciptakan produk AIOT yang sangat baik. Pada tahun 2018, raksasa China ini telah menginvestasikan sekitar CNY 4 Miliar untuk meningkatkan pengembangan AI. Saat ini IBM, Microsoft, dan Google masih memimpin pengembangan AI dengan aplikasi paten mereka.

Berkat prestasi dan upaya departemen AI Xiaomi tersebut, perusahaan telah berhasil membangun strategi yang sangat solid dari waktu ke waktu guna menyatukan teknik yang berhubungan dengan AI dan internet, yang akan mampu mereka hadirkan ke sektor selain pasar smartphone. Karena itu Xiaomi sepertinya akan mendorong lebih keras pengembangan AI, kemudian menerapkannya ke seluruh ekosistemnya yang terdiri dari ponsel, laptop, peralatan rumah, serta internet. Kini Platform IoT dapat diandalkan oleh 132 juta perangkat pintar dan sekitar 100 juta unit secara aktif menggunakan Xiao AI Assistant, dan dalam beberapa tahun mendatang, bukan tidak mungkin Xiaomi akan mendapat manfaat dari prestasi besar industri AI mereka.