09/10/2018

Tencent Kerahkan Teknologi Pengenalan Wajah Demi Minimalisir Adiksi Gaming Para Remaja di China

Kecanduan game mobile adalah masalah yang sangat serius di China. Tencent memperkenalkan teknologi pengenalan wajah untuk menanggulangi masalah tersebut.

Video game mobile jadi salah satu industri dengan pertumbuhan paling melesat di China sejak beberapa tahun silam. Terlebih dengan semakin menjulangnya angka penetrasi smartphone dan merebaknya game-game populer berbasis online.

Raksasa teknologi China, Tencent jadi perusahaan yang paling banyak meraup keuntungan. Wajar saja, divisi mereka yang bernama Tencent Games terlibat dalam sejumlah judul game mobile yang banyak dimainkan saat ini, sebut saja PlayerUnknown's Battlegrounds, King of Glory, dan Arena of Valor. Itu belum termasuk dua perusahaan besar yang bernaung di bawah payung mereka, Riot Games (League of Legends) dan Supercell (Clash of Clans, Clash Royale). Bisa Anda bayangkan berapa pendapatan yang mengalir ke kas perusahaan setiap harinya lewat monetisasi game-game ini?

Akan tetapi, laju pertumbuhan positif ini di sisi lain memunculkan kekhawatiran tersendiri. Ini soal problem kecanduan gaming yang secara khusus melanda para remaja di negeri tersebut yang jumlahnya sekitar 24 juta jiwa. King of Glory, salah satu game besutan mereka yang dimainkan oleh lebih dari 50 juta pengguna setiap harinya, disebut-sebut jadi satu dari sekian banyak game yang menyebabkan kecanduan ini.

Untuk menanggulangi (atau mengurangi) masalah tersebut, Tencent sudah menyiapkan langkah inovatif dengan cara menerapkan teknologi facial recognition untuk membatasi usia pengguna yang memainkan game mereka.

Melalui teknologi ini, wajah gamer akan jadi "kunci" untuk mengakses uang dan perangkat serta segala fitur yang terdapat dalam game tersebut. Sistem ini akan mulai disosialisasikan lewat salah satu game mereka, Honour of Kings. Tercatat sekitar 1,000 pengguna baru di Beijing dan Shenzhen yang diseleksi untuk memverifikasi identitas diri mereka dengan teknologi ini.

Tahun lalu, Tencent pernah mencoba menggulirkan kebijakan serupa yang intinya hanya memperbolehkan pengguna berusia 12 tahun ke bawah untuk bermain game satu jam per harinya. Sementara anak-anak dengan usia yang sedikit lebih tua tidak dibolehkan bermain lebih dari dua jam.

Sekali lagi, kebijakan facial recognition ini masih sebatas tahap uji coba. Belum diketahui kapan akan digunakan secara penuh atau apakah Tencent akan mengambil langkah serupa untuk game-game populer mereka yang lain.