11/01/2019

Terciduk! Inilah Daftar Smartphone yang Kepergok Berlaku Curang di Ajang Uji Benchmark 2018

Praktik kotor ini dilakukan demi memoles aspek promosi dan tentunya melambungkan angka penjualan perangkat yang terlibat. Karena di mata konsumen, besarnya angka adalah yang utama.

Dalam hampir setiap momen peluncuran sebuah smartphone, terutama yang berstatus flagship, ada satu sesi yang acapkali muncul di sana: ajang pamer skor benchmark. Aplikasi benchmark, semisal AnTuTu atau Geekbench, seakan telah menjadi semacam sarana penting bagi perusahaan untuk menegaskan bahwa ponsel mereka kompeten dan layak untuk ditebus maharnya. Dan sulit untuk dipungkiri bahwa raihan skor benchmark yang tinggi senantiasa berhasil membuat mata kita berbinar.

HUAWEI P20

Namun, ada sebuah fakta miris di balik praktik umum ini yang perlu kita ketahui bersama. Ini soal tindak-tanduk perusahaan yang terkadang bersikap curang dengan cara memanipulasi skor sintetis yang didapat oleh smartphone buatan masing-masing. Sialnya, fenomena ini sudah terjadi bahkan sejak beberapa tahun silam.

Sepanjang tahun 2018 saja kita telah dikejutkan oleh kabar demi kabar yang mengungkit tentang kebohongan vendor saat memamerkan skor benchmark resmi perangkat mereka. Beberapa ponsel dengan skor manipulatif yang paling menyita perhatian kita adalah HUAWEI P20, HUAWEI P20 Pro, HTC U12+, Honor Play, Xiaomi Mi 8, dan OPPO R17 Pro.

Di bawah ini adalah grafik perbandingan antara Geekbench reguler (aplikasi yang dipakai vendor untuk memuluskan kecurangan merek) dan Geekbench versi stealth (aplikasi Geekbench asli yang tak dimodifikasi).

Hasil Benchmark vs Stealth Benchmark (Single-Core)

Hasil Benchmark vs Stealth Benchmark (Multi-Core)

Bar kuning merupakan hasil manipulatif, sepentara bar biru adalah hasil aktualnya. HUAWEI Mate 20 dijadikan sebagai referensi ponsel yang memperlihatkan skor Geekbench reguler dan Geekbench stealth yang hampir sama persis, tanda bahwa smartphone ini tidak melakukan kecurangan.

Baik itu uji single-core atau multi-core, Anda bisa melihat jelas selisih poin yang cukup jomplang. Ponsel HUAWEI dan Honor memodifikasi skor dengan cukup tinggi.

Brand mapan lain seperti Samsung lewat seri Galaxy S4 atau Galaxy Note3 dan OnePlus dengan OnePlus 3T juga pernah kedapatan berlaku praktik yang sama memalukannya. Akan tetapi, dua perusahaan ini telah lama "tobat" demi memperbaiki reputasi dan menjaga kepercayaan komunitas mereka.

Memamerkan skor benchmark di setiap event peluncuran smartphone bukanlah tindakan yang keliru. Tapi konsumen jelas dirugikan manakala skor aktual perangkat yang mereka beli tidak sesuai dengan apa yang diperlihatkan oleh perusahaan di atas panggung. Dengan munculnya penemuan-penemuan independen seperti ini, diharapkan dapat memberi efek jera pada produsen ponsel untuk tidak mengulanginya kembali.