02/08/2018

Tren Negatif Kinerja Penjualan Ponsel Sony Pada Kuartal II 2018 Kian Memprihatinkan

Buruknya angka penjualan memaksa Sony untuk merevisi target penjualan serta pendapatan mereka selama tahun 2018 ini.

Sony adalah salah satu brand terkemuka di jagat smartphone. Namun itu dulu ketika persaingan antar ponsel Android belum seriuh seperti saat ini. Pada era sekarang, jangankan berusaha menjadi yang nomor satu, bersaing dengan vendor-vendor asal China yang usianya jauh lebih muda pun mereka tidak mampu.

Sony Xperia XZ2 Premium

Dari tahun ke tahun, angka penjualan lini Xperia terus merosot dan menunjukkan kekhawatiran yang serius. Beberapa hari lalu Sony telah merilis laporan finansial kinerja penjualan smartphone mereka selama kuartal II tahun ini. Dan hasilnya sama sekali tidak membaik.

Tercatat selama bulan April hingga Juni kemarin Sony hanya sanggup mendistribusikan 2 juta smartphone ke seluruh dunia. Angka tersebut menukik tajam dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu di mana saat itu Sony berhasil membukukan angka penjualan 3,4 juta unit ponsel.

Tren negatif ini tentunya berimbas pada terpangkasnya raihan pendapatan mereka yang pada periode tersebut hanya mampu meraup USD1,18 miliar. Nilai tersebut juga turun 27 persen dari pendapatan perusahaan selama Q2 tahun 2017 silam.

Penurunan tersebut diakibatkan oleh buruknya performa penjualan perangkat mereka di kandan sendiri, Jepang dan wilayah Eropa serta stagnannya angka penjualan di luar pasar tersebut.

Dengan hasil itu, Sony pun terpaksa merevisi ekspektasi target pendapatan mereka untuk tahun ini. Sebelumnya OEM asal Jepang ini memproyeksikan revenue USD5,74 milar yang berasal dari penjualan 10 juta unit perangkat hingga penutupan tahun 2018. Kini target tersebut berganti menjadi USD5,47 miliar dan 9 juta unit ponsel pintar.

Dengan dirilisnya laporan keuangan ini, Sony juga turut berencana untuk memangkas harga smartphone demi mendulang profit selama sisa dua kuartal tahun ini. Meski demikian, penetrasi teknologi 5G yang akan digencarkan tahun depan diyakini akan berdampak positif terhadap pertumbuhan keurangan perusahaan.