Pemberitahuan penghentian layanan

Priceprice.com akan menghentikan seluruh pelayanan pada 30 Juni 2021(terjadwal).
Kami ucapkan terima kasih banyak telah menggunakan layanan kami.

Klik disini untuk detail
06/10/2020

Mengulik Perbedaan SSD dan HDD, Jangan Cuma Tahu Soal Kapasitasnya Saja

HDD dan SSD adalah pilihan hardware penyimpanan yang bisa Anda pilih untuk mendukung kinerja laptop. Namun, selain harganya, sejauh mana perbedaan antara dua media penyimpanan tersebut?

Media penyimpanyan adalah salah satu komponen yang wajib Anda pertimbangkan saat hendak membeli laptop. Keberadaan perangkat keras ini memungkinkan Anda untuk menginstal program atau aplikasi yang Anda inginkan, menyimpan playlist musik dan film, atau menyimpan data-data hasil kerja Anda.

Namun, dalam membicarakan hard drive, Anda jangan sekadar memperhatikan kapasitasnya saja. Anda pun harus teliti mengetahui jenis dari ruang penyimpanan tersebut, memahami kelebihan maupun kekurangannya, serta memperhitungan faktor harga yang juga akan mempengaruhi nilai laptop tersebut.

Ruang penyimpanan pada komputer umumnya terbagi ke dalam dua tipe; HDD atau SSD. HDD adalah media penyimpanan yang lebih konvensional. Harganya lebih murah dan hampir semua orang masih menggunakannya. Di sisi lain, SSD adalah jenis storage yang lebih modern, lebih kencang, dan lebih andal dengan banderol harga yang tergolong lebih mahal.

Apa perbedaan lebih jauh antara SSD dengan HDD? Apakah mungkin Anda menggabungkan kedua tipe media penyimpanan ini dalam satu sistem komputer yang sama? Cari tahu jawabannya di bawah ini!

Apa itu Solid State Drive (SSD)?

Solid State Drive atau SSD adalah sebuah media penyimpanan data yang tersusun atas serangkaian chip memori pada sebuah papan sirkuit. Lain dengan Hard Disk Drive (HDD) yang sifatnya mekanis lantaran masih menggunakan banyak komponen yang bergerak. SSD umumnya menggunakan NAND flash memory atau sel semikonduktor untuk menyimpan data-data serta mengaksesnya (membaca/menulis) dan bekerja secara elektrik.

Konstruksi komponen dan prinsip kerja yang lebih canggih ini membuat SSD jadi lebih unggul ketimbang HDD yang merupakan media penyimpanan data generasi lawas yang mungkin masih banyak dipakai oleh pengguna laptop mayoritas.

Kelebihan SSD dari HDD

1. Mempercepat Proses Booting

Ketika Anda menyalakan tombol daya, laptop akan masuk dan menuntaskan proses booting sampai ia masuk ke laman utama atau log-in. Durasi proses booting biasanya menyentuh hitungan menit. Jika Anda adalah tipe orang yang tak sabaran untuk menunggu hal-hal seremeh ini, kami sarankan Anda menggunakan SSD. Media ini adalah jawaban solutif yang siap mempersingkat proses booting laptop Anda menjadi hanya kurang dari 1 menit. Hal yang sama juga akan Anda rasakan saat membuka program atau aplikasi.

2. Konsumsi Daya Lebih Rendah

Salah satu alasan pengguna memilih laptop adalah faktor konsumsi dayanya yang lebih rendah dari PC desktop. Namun, tahukah Anda bahwa tagihan listrik Anda bisa lebih hemat jika laptop Anda sudah beralih ke SSD. Pasalnya, dalam SSD tidak ada komponen yang perlu bergerak atau berputar dengan dorongan tenaga listrik. Alhasil, selain tagihan listrik yang semakin murah, daya tahan laptop Anda juga semakin meningkat.

3. Performa Laptop Pesat Meningkat

SSD adalah media yang punya kapabilitas baca/tulis yang jauh lebih mumpuni dibandingkan HDD. Perbandingannya bahkan bisa mencapai 100 kali lebih cepat. Signifikansi kemampuan ini berimbas pada kemampuan laptop yang melonjak pesat. Anda akan merasakan manfaat ini, utamanya saat meluncurkan sebuah program atau ketika laman loading muncul dalam video game yang Anda mainkan.

4. Lebih Aman Dan Anti bising

Platter, piringan cakram, motor, SSD adalah perangkat penyimpanan modern yang tidak mengandalkan komponen magnetis semacam itu. Sehingga perangkat lebih aman apabila berdekatan dengan benda yang punya daya magnet kuat. Keuntungan lain dari minimnya komponen mekanis pada SSD adalah kemampuannya yang bisa bekerja tanpa menimbulkan kebisingan.

5. Tersedia Dalam Ukuran yang Lebih Kecil

Apabila HDD hanya berkisar pada ukuran 2,5" atau 3,5", SSD justru tersaji dalam ukuran perangkat yang jauh lebih kecil. Anda bisa menemukan SSD dalam ukuran 1,8" atau 1,0", tergantung tipe interface mana yang Anda pilih (kita bahas di segmen berikutnya). Tak ayal, SSD dapat menyatu sempurna pada laptop yang mengedepankan dimensi yang tipis.

Jenis-Jenis SSD

Fleksibilitas ukuran SSD yang lebih beragam menjadikannya media penyimpanan yang paling ideal untuk dipasang pada laptop yang mana jeroannya sudah padat akan berbagai komponen terpadu. Dalam perkembangan zaman saat ini, SSD tidak hanya hadir dalam jenis internal, tetapi juga eksternal atau portable yang praktis dibawa kemana-mana.

1. SSD Internal

Ada tiga tipe yang paling umum digunakan saat ini, yaitu:

1. SSD 2,5 inci

Ini adalah SSD dengan ukuran paling bongsor. Ia punya bentuk bangun yang mirip seperti HDD, tapi ukurannya masih tetap lebih ringkas. Tipe SSD generasi pertama ini menggunakan interface SATA yang memungkinkannya dapat tersemat pada drive bay HDD.

2. SSD M.2

Ukurannya yang sebanding dengan sekeping RAM DIMM menjadikan tipe SSD ini sebagai pilihan paling populer yang digunakan pada laptop tipis atau PC All-in-One. Anda bisa menemukan SSD ini dalah dua pilihan konektor, SATA III atau PCIe. Tergantung dukungan sistem laptop Anda.

3. SSD NVMe

Evolusi berikutnya dari SSD adalah terciptanya sebuah standar khusus yang bernama NVMe (Non-Volatile Memory Express). Tipe interface ini dapat menghubungkan hard drive langsung melalui port PCIe. Kelebihan SSD NVMe adalah kecepatan transfernya yang bahkan bisa berkali lipat lebih cepat daripada SSD konvensional dan mampu menangani request dalam satu antrian yang lebih panjang.

2. SSD Eksternal Portable

SSD eksternal cocok untuk Anda yang memiliki tingkat mobilitas tinggi karena SSD jenis ini praktis dibawa kemana-mana dan perkembangan SSD eksternal zaman sekarang juga menciptakan SSD yang kokoh/tahan banting, performa cepat, fitur keamanan yang beragam, dan pilihan harga yang terjangaku. Cukup dengan menggunakan USB untuk menyambungkan SSD eksternal ke laptop/komputer Anda, tanpa harus menggunakan stopkontak.

10 Rekomendasi SSD Internal dan SSD Eksternal Terbaik Saat Ini

Jika ada yang bilang SSD itu mahal, orang tersebut mungkin masih tinggal di dalam gua. Pasalnya, saat ini sudah banyak bermunculan produk SSD yang dibanderol cukup terjangkau. Seperti 10 produk berikut ini yang tawarkan performa impresif di titik harga yang kompetitif.

1. Western Digital 3D Blue NAND SATA 500GB

  • Tipe: SSD Internal

Western Digital 3D Blue NAND SATA 500GB 2.5"

Western Digital merupakan salah satu pemain penting dalam industri hardware penyimpanan data. Brand asal Amerika Serikat ini menawarkan produk HDD, SSD, hingga flash disk atau microSD melalui brand perpanjangan tangannya, SanDisk. Western Digital 3D Blue NAND SATA ini adalah salah satu produk yang wajib Anda lirik. SSD ini janjikan kecepatan baca sekuensial yang mencapai 560MB/detik dan kecepatan tulis sampai 530MB/detik. SSD internal ini tersedia dalam format interface 2,5 inci atau M.2 dan hadir dalam berbagai varian kapasitas.

Western Digital 3D Blue NAND SATA 500GB M.2 2280

2. Crucial MX500 250GB

  • Tipe: SSD Internal

Bernaung di bawah induk perusahaan, Micron Technology, Inc., nama Crucial mungkin tak ada dalam daftar populer Anda. Akan tetapi, di lingkup bisnis hard drive, Crucial sudah dikenal sebagai brand yang berani memasarkan produk dengan harga terjangkau. Menyoal performanya, Crucial MX500 punya kecepatan baca/tulis sampai 560MB/510MB serta dilengkapi fitur RAIN (Redundant Array of Independent NAND) dan enkripsi berbasis hardware.

3. Samsung 970 EVO Plus

  • Tipe: SSD Internal

Selain ponsel atau perabotan elektronik, Samsung juga memupuk reputasi menterengnya dari industri storage. Samsung 970 EVO Plus adalah perangkat penyimpanan berbasis NVMe M.2 yang dirilsi tahun 2019. Mengadopsi kontroler Samsung Phoenix dengan chip 96-layer V-NAND 3-bit MLC, SSD ini mampu menyuguhkan kecepatan baca dan tulis sekuensial yang sangat tinggi, yakni mencapai 3.500MB/s dan 3.300MB/s. Performanya meningkat hingga 53 persen jika dibandingkan 970 EVO rilisan 2018. SSD ini bisa Anda padukan dengan laptop bertipe Ultrabook atau kelas gaming. Tersedia empat pilihan kapasitas 250GB, 500GB, 1TB, dan 2TB.

4. Adata XPG SX8200 Pro

  • Tipe: SSD Internal

Bila Anda menginginkan SSD M.2 PCIe yang tak kalah berkualitas, namun dengan harga lebih rendah, Anda bisa alihkan perhatian pada ADATA XPG SX8200 Pro. Diluncurkan oleh salah satu pemimpin di industri, SSD NVMe ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan PC enthusiast, pakar overclock, hingga kreator video. Sebagai gambaran, SSD ini diklaim punya kecepatan baca dan tulis 3.500MB/s dan 3.000MB/s. Jangka hidupnya mencapai 2.000.000 jam atau sekitar 200 tahun. Untuk kapasitasnya sendiri, Adata XPG SX8200 Pro dalam varian 256GB/512GB/1TB/2TB.

5. Kingston A400 SATA III 240GB

  • Tipe: SSD Internal

Alternatif SSD yang paling murah hadir dari pabrikan Kingston. Ya, salah satu produsen flash drive unggulan ini juga punya produk SSD internal yang banyak diminati konsumen berkat harganya yang luar biasa murah. Kecepatan baca/tulisnya hanya 500MB/450MB per detik. Masih jauh lebih lamban dari SSD NVMe, namun 10 kali lipat lebih kencang dari HDD konvensional. SSD ini bisa dipasangkan dengan konektor SATA atau M.2 dan punya masa hidup 1.000.000 MTBF.

6. Samsung Portable SSD T5

  • Tipe: SSD Eksternal

Portable SSD eksternal Samsung, T5, ini memiliki design yang super mini dan dapat masuk ke kantong saku serta hadir dalam varian warna menarik. Meski design mini, SSD ekternal Samsung T5 ini tahan banting meski jatuh dari ketinggian 2 meter.

Dengan teknologi Samsung V-NAND flash memory dan basis a USB 3.1 Gen 2, T5 dapat memberikan kecepatan transfer data hingga 540MB/s dimana 4,9x lebih cepat daripada ekternal HDD. Salah satu hal terpenting dari SSD eksternal adalah pada sistem keamanannya. T5 hadir dengan fitur Security Encryption yang menjaga keamanan data personal/pribadi Anda. Samsung Portable SSD T5 hadir dalam varian kapasitas 250GB/500GB/1TB/2GB.

7. SanDisk Extreme Portable SSD

  • Tipe: SSD Eksternal

Salah satu portable SSD eksternal terbaik saat ini adalah SanDisk Extreme Portable SSD yang memiliki kemampuan baca/tulis 550MB/s. Portable SSD eksternal dari SanDisk ini didesign tahan terhadap hujan, percikan, tumpahan, dan debu, berkat sertifikasi IP55. SSD eksternal ini hadir dengan port USB 3.1 Type-C, dan kompatibitas dengan Windows PC maupun Mac komputer. SanDisk Extreme Portable SSD hadir dalam varian kapasitas 250GB/500GB/1TB/2TB.

8. Seagate Fast SSD

  • Tipe: SSD Eksternal

Seagate Fast SSD hadir dengan design mini, ramping, ringan serta tahan guncangan selama dalam perjalanan. SSD eksternal yang dibekali teknologi USB Type-C ini memiliki kemampuan kecepatan baca/tulis hingga 540 dan 500MB/s. Seagate Fast SSD juga mendukung fitur sinkronisasi yang berguna untuk memantau folder target saat penambahan/penghapusan/modifikasi file terjadi. Portable SSD eksternal dari Seagate ini memiliki varian kapasitas penyimpanan hingga 2TB.

9. Transcend ESD350C Portable SSD

  • Tipe: SSD Eksternal

Transcend ESD350C Portable SSD hadir dengandesign berukuran sama dengan kartu ATM. Dengan balutan silicone rubber case berwarna navy blue membuat SSD ini tahan banting. Transcend ESD350C dengan teknologi USB 3.1 Gen 2 dan dukungan UASP (USB Attached SCSI Protocol), membuat kecepatan baca/tulis mencapai hingga 1.050MB/s. File dengan ukuran 20GB dapat Anda transfer hanya dalam hitungan 30 detik.

10. Samsung Portable SSD X5

  • Tipe: SSD Eksternal

X5, SSD eksternal portable dari Samsung ini dibekali port Thunderbolt 3 yang mampu menghantarkan kecepatan hingga 40Gbps. Kecepatan baca/tulis dari X5 adalah 2.800/2.300 MB/s, dimana kecepatan ini 5,2x/4,5x lebih cepat dibandingkan SSD eksternal dengan basis SATA dan 25,5x/20,9x lebih cepat dibandingkan HDD eksternal. SSD eksternal ini juga memiliki design premium dengan pelindung panas untuk menjaga temperatur perangkat di bawah 45 derajat. Samsung SSD X5 hadir dalam varian kapasitas 500GB/1TB/2TB.

Pengertian Hard Disk Drive (HDD)

HDD adalah sebuah perangkat keras yang lazimnya digunakan untuk menyimpan berbagai data dalam komputer atau laptop Anda, seperti musik, film, video game, atau program-program produktivitas. Hardware ini tersusun atas komponen utama yang meliputi platter (pusat penyimpanan data), spindle (mempengaruhi kecepatan transfer), aktuator (lengan yang mengatur perputaran spindle), dan enclosure (sebagai pelindung dari organ inti HDD).

Meski telah ditemukan sejak tahun 1956 oleh IBM, HDD (Hard Disk Drive) nyatanya masih diandalkan oleh laptop-laptop zaman sekarang dengan SATA (Serial Advanced Technology Attachment) sebagai tipe yang paling sering dijumpai. Penggunaan komputer berskala server atau workstation telah menggunakan HDD bersistem RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks) untuk mempercepat kinerja dan meminimalisir kehilangan data.

Anda sendiri mungkin menyadari bahwa harga per gigabita yang ditawarkan HDD semakin terjangkau dari masa ke masa. Begitu pula dengan kapasitasnya yang makin eksponensial. Jika pada awal komersialisasinya HDD hanya tersedia dalam ukuran 5 megabita, kini rata-rata kapasitasnya berkisar di level 1-8 terabita. Saat ini tercatat kapasitas terbesar HDD ada yang menyentuh angka 20TB!

Dengan perkembangannya yang luar biasa ini, banyak yang memprediksi bahwa SSD belum akan menggantikan posisi HDD sepenuhnya dalam waktu dekat.

Perbedaan SSD dan HDD

SSD dan HDD masing-masing punya konstruksi hardware yang berbeda. HDD punya prinsip kerja yang sifatnya lebih mekanikal di mana ia mengandalkan pergerakan komponen di dalam tubuhnya. Sementara SSD dapat mengolah data-data yang Anda trasnfer melalui komponen elektronik semacam microchip atau sirkuit terintegrasi. Perbedaan ini menghasilkan keunggulan yang nyaris mutlak bagi SSD yang mana daftarnya telah kami sajikan pada awal tulisan.

Akan tetapi, HDD bukan tanpa mengemas keunggulan sama sekali. HDD adalah perangkat penyimpanan yang diminati karena dijual dengan harga yang lebih terjangkau. Untuk kapasitasnya yang sama (misalnya 512GB), Anda harus menebus SSD dengan biaya yang lebih banyak.

Apakah SSD dan HDD Bisa Digabungkan?

Ya, SSD dan HDD bisa dipasangkan sebagai media penyimpanan yang berdampingan. Secara default, sudah banyak laptop yang hadir dengan kriteria yang dinamakan "hybrid hard drive" seperti ini.

Benar, harga SSD saat ini semakin murah apabila dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya. Tapi sampai sekarang harganya masih belum bisa disamaratakan dengan harga per gigabita HDD.

Sebab itulah, banyak produsen yang mulai menawarkan laptop dengan kombinasi HDD dan SSD. Sebuah produk yang memungkinkan konsumen mendapatkan laptop dengan performa yang bagus dan harga yang kompetitif. Umumnya, pada laptop seperti ini kapasitas SSD akan lebih sedikit dibandingkan HDD.

Untuk memaksimalkannya, Anda bisa menggunakan SSD yang kapasitasnya lebih kecil sebagai tempat untuk instalasi sistem atau aplikasi maupun program yang sering Anda pakai. Sementara HDD dengan kapasitas lebih lega bisa Anda manfaatkan untuk menyimpan data-data hiburan maupun pekerjaan Anda.

Kesimpulan

Media penyimpanan adalah komponen yang punya peran sama pentingnya seperti prosesor, layar, atau GPU pada laptop Anda. Dengan adanya komponen ini, Anda dapat menyimpan berbagai data penting atau berkas tugas Anda. SSD dan HDD adalah dua tipe hard drive yang bisa Anda pasang pada laptop Anda. Keduanya hadir dengan kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Tapi jika Anda merasa dilematis, Anda boleh saja menggabungkan kedua media penyimpanan ini dalam sistem komputer Anda.