18/03/2019

Trend Terbaru Skin Care: Moisturizing Cream dari Darah. Berani Coba?

Nggak hanya fashion, di dunia skin care juga selalu ada trend terbaru lagi unik. Face cream dari darahmu sendiri. Mau tahu cerita lengkapnya?

Merawat wajah setiap pagi dan malam merupakan rutinitas yang sama sekali nggak boleh dilewatkan oleh siapa pun jika menginginkan kulit yang mulus, halus, lembap, dan cerah serta nggak kusam. Mulai dari cleansing oil hingga face cream, kamu wajib memilikinya untuk membersihkan dan meremajakan kulit wajah.

Tentu dalam dunia skin care, ada banyak motivasi yang dilakukan untuk menyesuaikan kondisi lingkungan di mana kamu tinggal dan tipe kulit wajahmu. Inovasi yang dilakukan biasanya pada bahan-bahan yang dikandung, misalnya ingin menambahkan rose hip oil, argan oil, niacinamide, atau magnesium ascorbyl phosphate. Tapi tahukah kamu kalau darah sendiri ternyata bisa digunakan sebagai salah satu bahan untuk membuat moisturizing cream?

Moisturizing cream yang kandungan utamanya berasal dari plasma darah ini disebut MC1 dan dibuat oleh seorang dokter kulit dan kecantikan ahli asal Jerman bernama Dr. Barbara Sturm. Pastinya kamu bertanya-tanya, mengapa malah darah yang diambil untuk membuat face cream ini? Mengapa tidak kandungan atau bahan lain yang lebih 'wajar'? Menurut penuturan Dr. Whitney Bowe, dokter kulit yang tersertifikasi, plasma darah memegang peranan penting dalam mewujudkan kulit yang sehat dan terlihat lebih muda. Hal ini dikarenakan plasma darah menstimulasi proses penyembuhan luka sehingga kulit akan terlihat lebih fresh dan muda.

Plasma darah yang digunakan dalam pembuatan MC1 ini dipastikan oleh Dr. Barbara Sturm tidak tercampur dengan sel darah putih dan sel darah merah. Apabila plasma tercampur atau terkontaminasi dengan dua sel darah tersebut, maka fungsinya tidak akan begitu signifikan lagi.

Semenjak peluncurannya, MC1 mendulang popularitas, terlebih dari kalangan selebritis papan atas. Sebut saja Victoria Beckham, Hailey Bieber, dan model Victoria's Secret, Elsa Hosk. Victoria Beckham dan Hailey Bieber bahkan mengaku telah jatuh cinta dengan rangkaian skin care yang dibuat oleh Dr. Barbara Sturm – tak hanya moisturizer cream tentu saja. Sementara itu, Elsa Hosk menyatakan bahwa ia pada awalnya terkejut mendengar tentang moisturizer cream yang terbuat dari darah sendiri. Namun begitu mencobanya, wajah lelahnya yang terlihat kusam kembali cerah dan seolah 'hidup kembali' keesokan harinya.

Selain plasma darah, perawatan MC1 juga mengandung shea butter, yang ditambahkan sebagai bahan dasar untuk membuat krim. Sebenarnya, krim ini ditujukan bagi orang-orang yang menginginkan kandungan anti-aging untuk perbaikan jaringan kulit mereka. Dengan kata lain, krim ini lebih cocok ditujukan bagi mereka yang kulitnya sudah tidak muda lagi. Namun, kalau kamu masih remaja dan ingin mencobanya, tak ada salahnya. Hanya saja, kamu harus terbang ke Jerman untuk menemui Dr. Barbara Sturm secara langsung sehingga ia bisa mengambil darahmu. Kamu nggak bisa hanya memotret darahmu, lalu mengirimnya ke Jerman. Di samping itu, harganya pun bisa membuatmu terkejut - $1,400 atau kira-kira Rp19 jutaan hanya untuk satu krim!

Tertarik untuk mencobanya? Bisa jadi Blood Cream adalah skin care yang kamu cari-cari selama ini. :)