15/04/2019

Seorang Biliuner Awanama Upayakan Penyelenggaraan Battle Royale Versi Aktual

Bertempat di sebuah pulau terisolir tak berpenghuni dan terpasang beberapa kamera tersembunyi agar nantinya kita dapat memonitor secara langsung para kontestan yang sedang sibuk saling "bunuh" satu sama lain.

Seandainya Anda punya duit miliaran rupiah, hal gila apa saja yang ingin Anda perbuat? Memborong mobil sport? Membeli kapal pesiar? Atau mentraktir penduduk satu kampung dengan gala dinner mewah? Meski itu semua terdengar gila, tapi percayalah, ide-ide tadi tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan hasrat seorang miliuner yang berniat menyelenggarakan kompetisi battle royale secara nyata.

Sebuah website marketplace khusus manusia dengan gelimangan harta melimpah bernama Hush Hush mendapat permintaan dari seorang miliuner anonim yang ingin merancang kompetisi battle royale ala PUBG di mana 100 orang akan diterjunkan di sebuah pulau tak berpenghuni dan bertanding untuk saling menyingkirkan satu sama lain.

Eits, tapi tunggu dulu. Anda mungkin berpikir bahwa game ini akan berwujud seperti kompetisi hidup mati yang dipertontonkan dalam film orisinalnya, Battle Royale (2000) sebagai peletak dasar segala konsep battle royale yang kita kenal sekarang. Di mana segenap siswa SMA satu kelas yang terpilih akan dikirim ke suatu pulau terpencil dan diperintahkan untuk saling bunuh satu sama lain. Atau mungkin waralaba film Hunger Games yang punya konsep kurang lebih serupa.

Tentu saja tidak demikian. Alih-alih senjata tajam atau senjata api sungguhan, HushHush berencana untuk melengkapi para kontestan dengan Airsoft Gun (senapan angin), peluru, dan kostum khusus yang sensitif terhadap sentuhan. Sementara itu, biaya atas pengadaan barang-barang tersebut beserta biaya sewa penyewaan pulau akan sepenuhnya ditanggung oleh sang miliuner yang mencetuskan gagasan tadi.

Namun, bukan berarti kompetisi ini akan berjalan apa adanya seperti perang airsoft gun biasa. Walau senjatanya "bohongan", para peserta tetap harus menghadapi kondisi ekstrem yang riil di mana cuaca tak mudah ditebak dan medan sangatlah berat. Kompetisi ini akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 12 jam setiap harinya. "The Last Man Standing" atau kontestan terakhir yang sanggup bertahan hingga akhir permainan akan diganjar hadiah uang tunai GBP 100.000 (sekitar Rp1,7 miliar).

Terdengar sangat epik, bukan? Bagaimanapun, kucuran dana yang masif belumlah cukup. Diperlukan seorang gamemaker atau katakanlah produser acara serta talenta-talenta media terbaik untuk mewujudkan konsep gila, namun brilian ini. Terakhir, pihak HushHush mengatakan bahwa jika nantinya kompetisi ini benar-benar dihelat dan berakhir sukses besar, maka mereka membuka peluang selebar-lebarnya untuk mengadakan kompetisi yang sama setiap tahunnya.