Sejak Larangan Merokok Saat Berkendara dengan Denda Rp750.000 Diterapkan, Denda Sudah Terkumpul Hampir Rp500 Juta

Berhati-hatilah bagi pengendara roda dua yang memiliki kebiasaan buruk yakni merokok sambil mengendarai motor. Pasalnya pelanggaran ini kini sudah mulai ditindak tegas oleh polisi sejak peraturan Permenhub RI Nomor 12 tahun 2019 resmi diterapkan pada 11 Maret 2019 lalu. Akibatnya, sudah ratusan pelanggar yang terciduk dan dikenakan denda Rp750 ribu, dengan total denda yang terkumpul sekitar Rp500 juta.

Sebenarnya, larangan bagi pengendara roda dua yang merokok sambil berkendara yang akhir-akhir ini ramai di kalangan masyarakat, bukanlah sebuah aturan baru. Aturan yang dikeluarkan pemerintah melalui Permenhub RI Nomor 12 tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang resmi digulirkan tanggal 11 Maret 2019 ini sebelumnya sudah diatur dalam UU No 22/2009 Pasal 160 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, bahwasannya setiap pengemudi dilarang melakukan aktivitas yang mengganggu konsentrasi saat mengendarai kendaraan bermotor, salah satunya yakni aktivitas merokok dan jika melanggar dapat dikenai sanksi denda.

Maka peraturan No. 12/2019 yang kini digulirkan tersebut akan mengingatkan kembali tentang adanya aturan dalam UU Lalu Lintas mengenai dilarangnya merokok sambil berkendara bagi pengemudi roda dua dengan mengenakan sanksi denda Rp750 ribu atau kurungan paling lama 3 bulan bagi pelanggarnya.

Hasilnya, sejak peraturan tersebut digulirkan, polisi sudah melakukan penindakan tilang terhadap ratusan pengemudi yang melanggar, dengan total sekitar 652 pengendara sepeda motor yang terciduk merokok saat berkendara. Hal tersebut seperti yang tercatat dalam akun NTMC POLRI, yang diungkapkan oleh Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Muhammad Nasir. Para pelanggar tersebut ditilang dari aspek mengganggu konsentrasi dan tidak wajar. Dengan angka pelanggar 652 kasus dikalikan Rp750 ribu , maka total pemasukan bagi negara telah mencapai Rp489 juta atau hampir Rp500 juta.

Selanjutnya, apakah pengendara motor saja yang ditilang, sedangkan untuk penumpang yang dibonceng tidak ditilang bila merokok sambil berkendara? Karena bila ditelaah, siapapun yang merokok, kegiatan merokok ketika motor sedang berjalan juga bisa menggangu konsentrasi pengendara lain. Namun menurut aturan, yang boncengan atau yang menumpang ternyata tidak diatur dalam undang-undang, sehingga otomatis tidak bisa ditindak. Alasannya salah satunya karena penumpang yang dibonceng tersebut tidak memiliki beban tanggung jawab seperti pengemudi yang membawa keselamatan orang yang menumpangnya.

Dengan aturan denda maupun kurungan bagi pengemudi sambil merokok yang juga telah diterapkan di banyak negara tersebut, diharapkan mampu membangun budaya selamat dalam berlalu lintas. Selain itu diharapkan akan bisa menjaga keselamatan diri pengemudi serta pengguna jalan lainnya.