27/05/2019

Pasca "Melumpuhkan" HUAWEI, Pemerintah AS Kini Mengintai DJI?

Produsen drone nomor wahid di dunia ini mulai dibayangi ketakutan akan ketidakpastian bisnis mereka di masa mendatang.

HUAWEI mungkin bukan satu-satunya perusahaan raksasa asal China yang terpukul oleh kebijakan yang baru-baru ini diambil oleh Amerika Serikat. DJI, produsen drone kelas kakap, diprediksi akan tertimpa nasib yang sama.

Salah satu produk unggulan dari DJI, DJI MAVIC AIR

US Department of Homeland Security (DHS) atau Departemen Pertahanan Dalam Negeri AS mewanti-wanti konsumen drone komersil asal China yang ditakutkan dapat membocorkan data-data pribadi mereka dan dijual ke pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Benar sekali, tak ada nama DJI dalam mandat yang belum berkekuatan hukum yang diterbitkan oleh DHS ini. Tapi bola panas telanjur mengarah kepada DJI, perusahaan drone yang berbasis di Shenzen, China.

Sekadar diketahui, pada tahun 2017, DHS juga pernah merilis memo serupa yang berisi tuduhan bahwa drone dan software buatan DJI telah disalahgunakan untuk mencuri data informasi infrastruktur penting dan data penegak hukum Amerika Serikat kepada pemerintah China.

DJI tak tinggal diam. Mereka lalu merespons tuduhan ini dengan menyebut bahwa DJI selalu mengutamakan keamanan di atas segalanya. Aspek keamanan mereka juga telah diverifikasi secara independen oleh pemerintah Amerika Serikat dan perusahaan perusahaan-perusahaan besar di sana. Lebih dari itu, Adam Lisberg, juru bicara DJI, menegaskan bahwa perusahaannya telah memberi kewenangan dan kontrol penuh terhadap konsumen terkait data-data pribadi mereka. Klaim DJI ini juga diperkuat oleh hasil analisis independen yang dirilis oleh perusahaan AS yang bermarkas di San Francisco, Kivu Consulting yang dikontrak pada tahun 2018.

Dengan diterbitkannya Surat "Perintah Eksekutif" oleh Pemerintahan Amerika Serikat, boleh dibilang HUAWEI kini harus mempertahankan bisnisnya dengan roda yang pincang. Sejumlah mitra perusahaan andalan mereka mulai menjauh. Otomatis HUAWEI terpaksa menciptakan berbagai teknologi terbaru seiring menguapnya lisensi serta kontrak bisnis yang telah dijalin. Kondisi ini jelas semakin memperberat usaha mereka untuk mewujudkan ambisi menjadi produsen smartphone nomor satu di tingkat global.

DJI sangat mungkin dapat terseret ke dalam jurang yang sama seandainya nama perusahaan mereka disertakan ke dalam daftar hitam "Entity List". Kita tunggu saja bagaimana ujung kisah dari polemik yang disebut-sebut merupakan bagian kecil dari ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan China ini.

Baca Juga: